Purworejo – Dalam rangka mensosialisasikan penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2023/2024 dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Dr. Supadma, M.Hum. memimpin agenda kunjungan kerja kedinasan ke daerah- daerah di luar DIY. Agenda ini diawali dari kota Surakarta, Selasa 8/11 kemudian dilanjutkan ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Jl Mayjen Sutoyo No 69, Sindurjan, Purworejo, Jawa Tengah. Rabu, 9/11.
Pada kunjungan ke kota berirama kali ini, Dr. Supadma, M.Hum. didampingi oleh Kasubag- TU, Rais Faisal Akhyar, S.St, M.Eng dan Kepala Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (P3MPM), Ari Dwi Rahmawati, M.Pd..
Secara hangat beliau bertiga disambut oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos., MM.. Kepada Kabid Kebudayaan, Dr. Supadma, M.Hum. menyampaikan maksud AKN Seni dan Budaya Yogyakarta ingin menjalin kerjasama penerimaan mahasiswa dari kabupaten Purworejo.
Selain itu AKN Seni dan Budaya Yogyakarta juga ingin menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam bidang pelestarian seni dan budaya. Terlebih di kabupaten Purworejo terdapat banyak maestro tatah sungging wayang kulit yang ke depannya akan diundang secara langsung oleh AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.
Rais Faisal Ahyar, S.St. M.Eng., Kasubag- TU menerangkan bahwa, untuk pembiayaan calon mahasiswa nanti bisa melalui jalur Uang Kuliah Tunggal (UKT). Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 25 tahun 2020 tentang standar satuan biaya oprasional pendidikan tinggi pada perguruan tinggi negeri di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta keputusan Mentri Pendididkan dan Kebudayaan nomor 42/D/KPT/2020. tentang biaya kuliah tunggal pada perguruan tinggi negeri berbentuk Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas.
“Ada 7 kategori yang bisa disesuaikan berdasarkan ekonomi keluarga calon mahasiswa. Atau dengan jalan pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Purworejo untuk warga Purworejo “, terangnya singkat.
Kepala P3MPM Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. menambahkan, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta merupakan perguruan tinggi vokasi dimana kurikulum perkuliahannya 30% teori dan praktikum 70% fasilitas pendukung mata kuliah bagi mahasiswa yang ada saat ini seperti, Studio tari, studio kriya, studio karawitan, mini teater dan juga pendopo yang sangat memungkinkan mahasiswa untuk melakukan praktikum sesuai dengan masing- masing program studi.
“Pada Praktek Kerja Lapangan (PKL) para mahasiswa melakukan tugas akhir di empat kabupaten dan 1 kota di DIY, juga ke Pulau Bali. Hal ini sangat mendukung bagi kemajuan perkembangan keahlian mahasiswa dengan harapan saat lulus nanti mereka siap untuk terjun ke dunia kerja seperti, pendamping desa budaya, memiliki sanggar kriya, menjadi instruktur tari dan instruktur karawitan”, imbuh Ari Dwi Rahmawati.
Lebih lanjut Dyah Woro Setyaningsih, S.Sos. MM. menyampaikan akan segera menginformasikan hal ini kepada segenap pelaku seni dan budaya yang ada di Purwoejo dan juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Purworejo selaku pemangku kebijakan. Beliau juga sangat antusias dengan program yang dipaparkan oleh AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dan berharap bisa berpartisipasi.
“Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kabupaten Purworejo akan terus bergerak aktif untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian Purworejo demi kemajuan kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah”, pungkas Dyah Woro Setyaningsih.
Rochmad - AKN