Bantul,AKNSB – Pertunjukan wayang kulit oleh tiga dalang menutup rangkaian kegiatan Pekan Kesenian AKN-SB 2022. Berlangsung pada pukul 21.00 – 00.00 WIB di pendopo Bale Widya Budaya kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Minggu, 18/12, pertunjukan wayang ini menceritakan lakon tentang kisah cinta dua insan yang terangkum dalam judul “Sawitri”.
Alkisah diceritakan dua orang anak manusia yang saling mencintai, harus mengalami penderitaan sebuah perpisahan. Sang wanita adalah seorang anak Ratu, sedangkan sang pria adalah anak seorang Begawan. Sebagai anak seorang Ratu, banyak pria lain yang ingin melamarnya. Tentunya mereka berasal dari kasta yang sejajar. Namun hal ini tidak membuat sang wanita berpaling dari sang kekasih dan tetap memilih dia untuk menjadi pendampingnya. Salah seorang pelamar yang sangat terobsesi ingin meminang sang wanita memilih jalan berdarah untuk mendapatkan sang wanita. Dia binasakan sang pria, kekasih wanita itu. Karena kecintaannya yang mendalam kepada sang kekasih, sang wanita kemudian memohon pertolongan kepada Sang Dewa. Pertolongan dari Sang Dewa hadir. Dewa berwelas asih menyatukan kembali sukma sang pria ke dalam raganya, membuat kisah cinta mereka terukir kembali dan memahatkan benih cinta mereka. Kisah cinta mereka diselimuti dengan kebahagiaan hingga akhirnya.
Cerita tersebut dikemas apik kreatif dan dibawakan secara bergantian oleh Radete Nusiwi, Ibrahim dan Sena melalui pertunjukan wayang kulit. Mereka bertiga adalah mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dari prodi karawitan dan kriya. Mereka dalam mementaskan pertunjukan wayang kulit pada Pekan Kesenian AKN-SB 2022 tentunya berbekal dengan pengalaman. Kecintaan dan bakat mereka bertiga terhadap seni wayang dan karawitan begitu besar, mendorong mereka bergabung dengan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta untuk mengasah kemampuannya dalam bidang seni dan budaya melalui pendidikan formal.
“Penampilan tiga dalang yang dibawakan oleh mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta ini merupakan pementasan yang sangat bagus dan baru pertama kali, walaupun di AKN sendiri belum ada prodi pedalangan. Saya sangat apresiasi. Semoga AKN ke depan bisa menambah prodi pedalangan demi pemajuan kebudayaan dan melestarikan budaya Ngayogyakarta Hadiningrat khususnya”, imbuh Dr. Supadma, M.Hum. saat ditemui di sela-sela acara oleh tim media AKN Seni dan Budaya, Minggu malam, 18/12.
Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menfokuskan pendidikannya pada seni dan budaya Yogyakarta tentunya menjadi pilihan bagi insan yang memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni dan budaya Yogyakarta. Mereka yang bergabung dengan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta menjadi bagian penting dalam mengemban misi melestarikan seni dan budaya Yogyakarta.
Rochmad-AKN