Sleman – Dalam rangka merealisasikan Perdais Nomor 3 Tahun 2017 dan Pergub Nomor 36 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan, Pengembangan Kebudayaan dan Desa atau Kalurahan Budaya, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY mengadakan workshop tentang wawasan, ketrampilan dan pembekalan bagi tenaga pendamping desa budaya mandiri di hotel Indolux lantait 7 Jl. Tentara Pelajar No. 106, Sumberan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Kamis, 2/1.
Dian Lakshmi Pratiwi, S.Sn., M.A., Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, sesaat setelah penyerahan pendamping budaya secara simbolis kepada lurah Srimulyo Bantul. kepada tim media aknyogya.ac.id mengatakan bahwa, para tenaga pendamping budaya ini merupakan inisiator penggerak aktivitas-aktivitas kebudayaan. Tugas utama mereka pada pokok fungsinya sebagai tenaga pendampin budaya di desa-desa budaya. Pada tahun lalu tenaga pendamping alumni dari Kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sebanyak 43 dan pada tahun 2023 sebanyak 48 tenaga pendamping desa budaya.
“Yang tahun ini dari alumni Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta ada tambahan 5 tenaga pendamping, peluang selalu ada, selalu ada kemungkinan”, ujar Kadis Kebudayaan DIY.
Seperti yang dikatakan oleh Riska Nur Umairoh salah satu tenaga pendampin desa budaya yang juga merupakan alumni Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta bahwa, keberadaan kampus AKNSB Yogyakarta sangat membantu dan sangat memberikan kesempatan bagi semua kalangan yang ingin belajar seni budaya dan turut menjadi garda depan menjaga keistimewaan Yogyakarta.
“Dengan diberinya banyak peluang khususnya tenaga pendamping budaya seperti sekarang ini, kampus AKNSB Yogyakarta tetap membanggakan bagi alumnusnya. Ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah sangat mendukung ketika turun di masayrakat, kalaupun ada kesempatan kuliah lanjutan D2 atau D,3 sebagai alumni saya pun masih berkeinginan belajar lagi di AKN Seni Budaya Yogyakarta”, terang alumni prodi tari, ini.
Saat dihubungi sacara terpisah Dr. Supadma, M.Hum. Direktur AKN Seni Budaya Yogyakarta mengungkapkan kegembiraanya ketika alumnusnya sukses mengemban tugas sebagai pendamping desa budaya. Apalagi tahun ini ada penambahan personil tenaga pendamping desa budaya, yang artinya ilmu yang didapat pada masa perkuliahan berguna untuk bekal terjun di masyarakat serta unggul dalam persaingan dalam dunia industry dan kerja.
Rochmad-AKN