Pengembangan 5 Aspek Kebudayaan Di Desa Budaya Kalurahan Glagah Kulonprogo
Pengembangan 5 Aspek Kebudayaan Di Desa Budaya Kalurahan Glagah Kulonprogo
Oleh : Admin • 19 Februari 2023 • 591 Views

Glagah, Kulonprogo – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Kebudayaan DIY, mempunyai program strategis yaitu Desa Budaya. Program ini menempatkan desa sebagai satu fokus aktivitas dimana unsur objek kebudayaannya diapresiasi, dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Fokus pengembangan Desa Budaya diarahkan kepada lima kriteria objek kebudayaan yang menjadi bagian regulasi penanganan Desa Budaya.

Seperti yang disampaikan oleh Rodi Martono, alumni Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta yang bertugas sebagai pendamping desa budaya di Kalurahan Glagah, Kulonprogo, saat diwawancarai oleh aknyogya.ac.id, Rabu, 15/2, bahwasanya lima aspek kebudayaan yang wajib didampingi oleh seorang pendamping desa budaya adalah pertama adat dan tradisi, kedua kesenian dan permainan tradisional, ketiga bahasa, sastra dan aksara, keempat kerajinan, kuliner dan pengobatan tradisional, kelima tata ruang dan warisan budaya.

Upaya pendampingan dalam lima aspek kebudayaan di kalurahan Glagah oleh alumni AKN Senbud Yk yang dimulai sejak tahun 2018 ini telah memperlihatkan hasilnya. Tampak dengan semakin eksisnya grup-grup kesenian dan kreatifitas warga dalam aktifitas seni budaya lainnya.

“Grup kesenian jathilan Sekar Jagat, Komunitas Seni Glagah Muda Budaya, grup hadroh Nurul Dholam, Grup karawitan, Macapat dan pedalangan Laras Iromo, Grup kesenian remaja Puspita Laras serta grup rebana ibu-ibu Maju Lestari, itu semua hasil kreatifitas warga dalam berkesenian yang ada di Kalurahan Glagah”, ujar Rodi Martono.

“Selain itu ada juga hasil kuliner olahan seafood yang menjadi andalan Kalurahan Glagah yaitu udang krispy dan undur-undur krispy. Ada juga situs Sidorejo yang kini lebih diperhatikan lagi pemeliharaannya”, lanjut pria berusia 51 tahun ini.

Sebagai kalurahan yang sudah menjadi Desa Budaya Mandiri, diberikan fasilitas dan ruang untuk mengeskpresikan karya-karyanya. Salah satunya diberikan ruang dan waktu untuk bisa tampil di Bandara NYIA.

 

Rochmad-AKN

 

 

 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran