Bantul- Sesuai amanat Undang- Undang Dasar ’45, bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak menerima pendidikan. Kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sebagai perguruan tinggi negeri berbasis seni dan budaya Yogyakarta tahun ini mempunyai warna tersendiri dengan adanya mahasiswa disabilitas di Prodi Seni Tari.
“Mereka mampu menunjukkan dengan segala keistimewaannya, bahwa mereka bisa menari, mengikuti pembelajaran, dan juga bisa bersosialisasi dengan mahasiswa nondisabilitas lainnya”, ujar Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. saat diwawancarai aknyogya.ac.id, sesaat setelah menguji tugas mata kuliah kewirausahaan mahasiswanya, Kamis, 16/3.
Wahyu, yang kerap disapa Fai, mahasiswa yang dimaksud, pada mata kuliah kewirausahaan telah berhasil mempresentasikan proposal kegiatan yang ia rancang. Dengan bantuan teman-teman sekelasnya, ia menterjemahkan bahasa isyarat yang ia gunakan.
“Selain kemampuan belajarnya yang bagus di AKN Senbud Yk, di luar kampus ia sering mengikuti kegiatan pentas ataupun festival tari sesama disabilitas. Tidak hanya tingkat lokal saja, namun hingga tingkat nasional. Dalam menari ia mengandalkan hitungan dan ketukan dalam setiap gerakannya”, lanjut Ari Dwi Rahmawati, M.Pd.
Untuk diterima menjadi mahasiswa AKN Senbud Yk, selain harus memenuhi syarat-syarat administrasi juga harus memenuhi syarat-syarat kesehatan fisik. Sebagai contoh Prodi Seni Tari dan Seni Karawitan mensyaratkan sehat paru-paru dan THT yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat. Tidak buta warna menurut dokter spesialis untuk calon mahasiswa semua Prodi D1. Namun begitu AKN Senbud Yk tidak membatasi calon mahasiswa disabilitas yang ingin bergabung. Tentunya hal yang disyaratkan yaitu selama kesehatan fisiknya tidak menghalangi ataupun mengganggu proses belajar. Dan hal ini akan ditentukan oleh tim penilai setelah dilakukan tes wawancara terhadap calon mahasiswa.
“Ke depan, AKN akan terus berusaha memberikan layanan yang baik, untuk kaum disabilitas yang berkesempatan belajar di AKN”, ujar Ari Dwi singkat.
Rochmad AKN