Sleman, Yogyakarta – Dhiah Anis Dwi Prastiwi, mahasiswa Prodi Seni Tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta berhasil menyabet juara II pada lomba tari klasik gagrak Pakualaman tingkat nasional. Perlombaan ini diadakan dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-211 yang terselenggara di Pendopo Agung Hotel Ambarukmo, Jl. Laksda Adisucipto No. 62, Ambarukmo, Kalurahan Catur Tunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Minggu, 11/6.
Saat dihubungi tim media aknyogya.ac.id Dhiah Anis Dwi Prastiwi, mengungkapkan pada penampilan lomba jenis tarian tunggal dengan mementaskan tari Tyas Muncar tersebut baru pertama kalinya ia ikuti secara luring. “Saya bersyukur bisa berpartisipasi dalam acara yang luar biasa ini, bisa mengikuti lomba tari gagrak Puro pakualaman dan bisa mempersembahkan juara II,” ungkapnya, singkat.
Damar Kasyiyadi, M.Pd. dosen pengampu mata kuliah seni tari sangat merasa bangga atas prestasi yang diraih salah satu mahasiswanya dalam lomba tari tingkat nasional jenis klasik gagrak Puro Pakualaman pada peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun 2023. “Dengan capaian tersebut membuktikan bahwa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta mampu mencetak mahasiswa yang berprestasi. Ia berharap agar mahasiswa lainnya turut termotivasi untuk berprestasi dan lebih bersemangat dalam belajar,” ujarnya.
Perlombaan tarian klasik gagrak Puro Pakualaman dalam rangka Hadeging Kadipaten Pakualaman ini merupakan event tahunan. Dan kali ini antusiasme dan minat para peserta lomba tari klasik gagrak Pakualaman cukup tinggi. Perlombaan terdiri dari kategori tingkatan, mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga katagori mahasiswa atau umum. Para peserta selain berasal dari DIY ada juga peserta dari kota Jakarta, Ponorogo, Surakarta dan Salatiga. Jumlah pendaftar sendiri mencapai 100 peserta. Adapun materi tarian khusus putri yang dilombakan meliputi tari Puri Melati, Golek Kusuma Asri, Golek Kusuma Mataya dan tari Tyas Muncar. Sedangkan tarian putra antara lain Kuda Manggala dan Manggalatama. “Materi-materi tarian tersebut bisa didapatkan dan dipelajari secara mandiri atau belajar bersama-sama secara langsung pada saat pelatihan rutin tiap hari Senin hingga Kamis di Pura Pakualaman oleh para abdi dalem Matoyo Langenprojo,” ujar Mas Riya Lebdamataya selaku ketua panitia lomba.
“Semoga event lomba tari seperti ini ke depannya tetap dijaga keberlangsungannya supaya masyarakat mengetahui berbagai bentuk seni terutama tari yang ada di Pura Pakualaman agar generasi muda tetap menjaga serta menjunjung nilai-nilai tradisi,” harapnya singkat.
Disampaikan oleh Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta Dr. Supadma, M.Hum kepada aknyogya.ac.id bahwasanya materi tarian gagrak Puro Pakualaman merupakan materi bahan ajar prodi tari di perguruan tinggi AKN Seni dan Budaya Yogyakarta. Hal ini sebagai sebuah perhatian kampus terhadap seni dan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih lanjut ia turut berbangga atas diraihnya prestasi kejuaraan lomba tari tersebut oleh mahasiswanya. “Dengan pencapaian prestasi yang diraih oleh mahasiswa AKN Senbud Yk, itu merupakan suatu indikator pembuktian bahwa dalam proses belajar mengajar di kampus ini berhasil dengan baik,” terang Dr. Supadma, M.Hum. di ruang kerjanya, Rabu, 21/6.
Rochmad AKN