Gondomanan, Yogyakarta – Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta kembali mementaskan wayang topeng dengan judul Panji Jayakusuma di area komplek museum Pendopo Timur, Jl. Pangarukan No. 23, Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, Sabtu,15/7 dengan menampilkan para penari dari para mahasiswa dari kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.
Naskah asli dramatari topeng Panji Jayakusuma buah karya almarhum Widodo Pujo Bintoro yang diadaptasi kembali oleh Widodo Kusnantyo, S.Sn., M.Sn. salah satu dosen seni tari kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta. Naskah tersebut menceritakan bahwa kraton Jenggala Manik semakin tidak menentu disaat perginya Sekartaji, Ragil Kuning dan Panji Asmarabangun. Sepertinya kraton Jenggala tak lagi kokoh, sehinga pada suatu hari datanglah dua kesatria yang mengatasnamakan dirinya Raden Jaya Amara dan Raden Jaya Lengkara datang ke kraton Jenggala Manik untuk meminta tahta kerajaan kepada Prabu Lembu Amiluhur.
Di kraton Jenggala Manik terjadi peperangan yang tak terelakan, maka secara diam-diam raden Gunungsari mendapat perintah untuk mencari raden Panji Jaya Asmarabangun, dan tak berapa lama Gunungsari bertemu dengan seorang kesatria brahmana yang bernama Panji Jayakusuma. Singkat cerita Panji Jayakusuma diminta bantuannya karena kraton Jengalamanik sudah diduduki oleh Jaya Amara dan Jaya Lengkara.
Singkat cerita bertarunglah Panji Jayakusumo dan raden Gunungsari dengan Jaya Asmara dan Jaya Lengkara yang pada akhirnya berubah menjadi dewi Sekartaji dan dewi Ragil Kuning. Setelah itu dewi Sekartaji kembali menghilang diculik oleh prabu Klana Sewandana dari kraton Bantarangin yang ingin memperistrinya. Hilangnya dewi Sekartaji menjadi tanggung jawab Panji Jayakusumo. Maka dikejarlah prabu Klana Sewandana, dan terjailah peperangan yang hebat antara kraton Jenggalamanik melawan kraton Bantarangin yang akhirnya dimenangkan oleh kraton Jenggalamanik. Pada saat itu terbukti bahwa Panji Jayakusumo adalah Panji Asmarabangun. Kini kraton Jenggalamanik kembali tentram dan dewi Sekartaji kembali bertemu dengan raden Panji Asmarabangun.
Salah satu penari yang memerankan Dewi Sekartaji dalam pertunjukan tesebut saat di hubungi tim media aknyogya.ac.id menceritakan bahwa dramatari Panji Jayakusuma ini merupakan wayang topeng dimana para pemain diharuskan memakai topeng dengan penokohan karakter. “Karena setiap pemain harus memakai topeng dari masing-masing tokoh yang diperankan, kendalanya minim penglihatan dan mungkin harus banyak berlatih supaya hafal gerakan dan karakter yang kita mainkan,” ujar Pratiwi Wahyu Arini.
Rochmad AKN