Gunungkidul, aknyogya.ac.id – Museum, Sustainability and Wellbeing merupakan sebuah tema besar pada perayaan hari museum internasional tahun 2023. Dengan diperingatinya hari museum internasional, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY kembali menggelar safari permuseuman. Pada kegiatan safari permuseuman tahun 2023 kali ini diadakan di Balai Desa Kalurahan Bunder, Kapanewon Putat, Kabupaten Gundung Kidul. Kamis, 27/7.
Pemuda sebagai tonggak pelestari sejarah, budaya dan lingkungan menjadi judul acara safari permuseuman yang dikemas dalam diskusi publik yang menghadirkan beberapa narasumber antara lain Edi Patmo (Komunitas Resan Gunungkidul), Mila Rosita T., M.Sn. (Public Figure & Founder MAD School), Ir. Atus Syahbuddin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. IPU (Pengelola Museum Wanagama).
Drs. Andono, M.Sn. sebagai peserta seminar perwakilan dari kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta melalui sambungan selulernya kepada media aknyogya.ac.id mengatakan bahwasanya, kegiatan seminar seperti ini sangat tepat dihadirkan dan untuk sekaligus menggeliatkan minat dan peran pemuda terhadap pelestarian budaya dan lingkungan. “Di samping sebagi pemantik minat generasi muda terhadap pelestarian budaya juga sebagai media refleksi generasi muda masa kini untuk mengulas kembali mengenai peran generasi muda dalam melestarikan sejarah, budaya dan lingkungan,” kata dosen mata kuliah ornament pada prodi seni kriya AKN Senbud Yk.
Acara yang dimoderator oleh Grace Ayu Permonoputri founder G-art manajemen, dibuka mulai pukul 08.00 pada pokok materi seminar dan selanjutnya para peserta safari permuseuman disunguhi penampilan HOV Project dan Sanggar Lumbung Kawruh hingga acara ditutup pada pukul 14.00 WIB.
Rochmad AKN