Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Dibukanya secara resmi oleh Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Dr. Supadma, M.Hum., pameran aneka dan corak wayang baik wayang kulit, wayang suket, wayang kardus dan wayang kayu menandai satu tahun usia komunitas wayang merdeka. Bertempat di Ruang Pamer Jogja Nasional Museum JMN Bloc, Jl. Ki Amri Yahya, Gampingan, Serangan, Kemantren Patang Puluhan, Kota Yogyakarta. Sabtu, 26/8.
Digelarnya pameran artificial imagination ini merupakan wujud perayaan kerja selama satu tahun dan tema pameran kali ini merupakan bentuk perlawanan dan keresahan para seniman mengenai perkembangan teknologi artificial imagination. Program AI ini dikenalkan oleh John Mc Carthy tahun 1956 ini seolah mengikis peran manual manusia dan menggantikannya dengan kecerdasan buatan.
Dalam sambutanya Dr. Supadma, M.Hum. mengatakan bahwa pameran yang bertemakan Artificial Imagination tersebut merupakan komunitas wayang merdeka yang merupakan sekumpulan para seniman wayang yang pada hari ini berusia satu tahun dalam berkarya. Komunitas wayang merdeka membebaskan bagi para kreator yang tergabung untuk menciptakan sesuatu dengan bekal mandirinya dan bagaimana sudut pandangan terhadap wayang tersebut menjadikan ciri setiap kreator. “AKN Senbud Yk sebagai lembaga pendidikan tinggi seni dan budaya menaruh perhatian besar dan memberikan apresiasi, tekad dan prakarsa salah satu alumninya yang setelah lulus dari bangku kuliahnya aktif memprakarsai berbagai gerakan, semangat dan spirit mengedukasi terhadap generasi muda untuk lebih menyukai seni wayang dengan berbagai media,” ujar Direktur AKN SenbudYk.
Ketua Komunitas Wayang Merdeka Hangno Hartono yang merupakan alumni AKN Senbud Yk angkatan ke-5 mengatakan bahwa tujuan diadakannya pameran tersebut salah satunya adalah merefleksi kembali mengenai warisan nenek moyang kita terhadap kemampuan, kepekaan dalam melihat, menyentuh dalam menggambarkan ulang ke bentuk imajinasi dan narasi filosofi. Seperti salah satu metode lahirnya wayang yang telah menjadi indentitas budi luhur masyarakat kita. “Saat ini wayang merdeka masih terus bekerja untuk menyebarluaskan energi baik kepada berbagai kalangan manusia baru, tidak terkecuali anak-anak,” ujar pemilik Sanggar Kahangnan ini, singkat.
Rochmad AKN