Gunungkidul, aknyogya.ac.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan Gunungkidul mengadakan Festival Seni Karawiran Anak dan Remaja Tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2023 selama dua hari yakni, Selasa, 3/10 dan Rabu, 4/10 di Joglo Taman Budaya Gunungkidul, Jl Lkr Utara, Siyono wetan, Logandeng, Playen, Gunungkidul.
Peserta festival karawitan merupakan tingkat kapanewon yang terdiri dari 19 kelompok atau sanggar seni karawitan se-Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan pihak panitia festival karawitan menunjuk Bayu Purnama, S.Sn., M.Sn. salah satu dosen Prodi Seni Karawitan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta sebagai dewan yuri. Kepada media aknyogya.ac.id Bayu Purnama mengatakan bahwa, Festival Karawitan tahun 2023 ini merupakan tingkat Kabupaten Gunungkidul yang berlangsung selama dua hari dan para pesertanya dibatasi usia dibawah 25 tahun. Ini merupakan langkah bagus sebagai daerah untuk melestarikan dan mengenalkan seni budaya khususnya karawitan gaya Yogyakarta. “Yang membanggakan selain pesertanya masih muda-muda juga lulusan AKN Senbud Yk yang berasal dari Gunungkidul semua berkontribusi ikut lomba mewakil kapanewonnya masing- masing, seperti dari Kapanewon Girisubo, Panggang Siyono dan lainnya,” ujarnya.
Sebagi pelaku seniman karwitan yang kebetulan sebagai yuri dan dosen seni karawitan, turut bangga dengan diadakannya festival seperti ini yang para pesertanya usia remaja. Ini sebagai persiapan regenerasi seniman. Dan tentunya bagi para pelatih seni karawitan dipersilakan untuk mengembangkan kreatifitasnya sedemikan rupa, Kalau bentuknya konservatif atau klasik tampilkan seindah mungkin sesuai keilmuan karawitan, kalau bentuknya sudah inovatif ya silahkan juga dikembangkan sebagus mungkin. ” Semoga festival seperti ini menjadi kegiatan tahunan, selain untuk pemetaan dari masing- masing kapanewon terkait sumber daya manusia yang berjiwa seni khususnya karawitan. juga sebagai monitoring dan juga diadakanya workshop tiap tahunnya,” harap bayu papang (sapaan akrabnya).
Di tempat terpisah Windu Dwi Handoyo warga asal Girisubo salah satu peserta fertival yang berhasil menyabet nominasi pengendang terbaik, mengungkapkan kegembiraanya. “Ini suatu pengalaman baru bagi saya, karena ini kali pertama saya dan kelompok karawitan dari Kapanewon Girisubo dan sekaligus mendapat penghargaan sebagai penyaji terbaik 4 dan sekaligus mendapat penghargaan sebagai pengendang terbaik,” tandasnya.
Rochmad-AKN