Surakarta, aknyogya.ac.id – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta mendapatkan undangan pertunjukan dalam event International Mask Festival tahun 2023 yang di gelar di Pendapa Ageng, Solo City Hall, Surakarta, Jawa tengah. Jumat 17/11.
International Mask Festival 2023 adalah sebuah kegiatan tahunan kebudayaan internasional yang diadakan sejak tahun 2014 bertujuan untuk menciptakan harmonisasi dalam keberagaman melalui pertunjukan topeng. Perhelatan International Mask Festival (IMF) tahun 2023 tersebut mengambil tema besar yaitu Kekuatan Topeng.
Dalam pertunjukannya diceritakan tentang sejarah bagaimana seorang penari Ekuador melakukan perjalanan sampai di Indonesia. Ketika ditarik garis lurus Ekuador dan Indonesia itu memiliki kesamaan antara lain iklimnya yang hampir sama, daerahnya pegunungan dan hasil alam dari pertanian serta keseniannya. Seperti yang dialami oleh Edgar Freiday salah seorang koreografer yang membuat satu karya berkolaborasi dengan penari dari Yogyakarta. Karyanya menceritakan perjalanan hidupnya hingga terbentuknya International Mask Festival.
Dosen seni tari, Galig Puspita Karti, S.Sn., M.Sn. yang mendapat penugasan dari kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta untuk memenuhi undangan sebagai peserta pengisi acara kegiatan tersebut menjelaskan bahwasanya event yang diikutinya merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa negara antara lain, Taiwan, Korea Selatan dan Kamboja. “Performen kemarin itu menceritakan tentang story telling sejarah berbicara, bagaimana seorang penari dari Ekuador melakukan perjalanan hingga ke Indonesia,” terang, Galih Puspita Karti, S.Sn., M.Sn.
Kita berharap International Marsk Festival mampu untuk menyatukan keberagaman daerah, negara dan bahasa melalui pertunjukan topeng. International Marsk Festival 2023 menampilkan sebuah pertunjukan langsung dari para penari topeng dari beberapa negara undangan.
Rochmad AKN