Bantul, aknyogya.ac.id – Dengan nomor lisensi BNSP-LPS 2138-ID Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara resmi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi dari Badang Nasional Sertifikasi Profesi. Dengan itu Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta melakukan kerjasama dengan pihak Kraton Yogyakarta terkait sertifikasi profesi bagi mahasiswanya, Sabtu, 29/12 yang berlangsung di Pendapa Bale Widya Budaya Komplek Kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis No 364, Pangungharjo, Sewon, Bantul.
Mahasiswa yang diikutkan dalam seleksi sertifikasi profesi berasal dari Program Studi Seni Tari dan Seni Karawitan. Tujuan AKN Senbud Yk mengadakan seleksi sertifikasi profesi salah satunya adalah agar lulusannya trampil, serta berdaya saing di dunia industri seni dan budaya dan juga untuk membekali para alumninya agar kompeten berkiprah dalam pengembangan seni budaya di luar negeri. Skema penilaian seleksi sertifikasi profesi ada beberapa katagori, tingkatan pemula yakni penari yang baru menguasai jenis tarian gandrungan, tingkatan muda yang sudah bisa menguasai tarian beksan. Sedangkan madya adalah penari yang sudah bisa membawakan tarian lawung, srimpi dan bedoyo.
Salah satu assesor perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjelaskan bahwa awalnya kompetensi profesi ini dikhususkan untuk para penari di dalam kraton saja. “Namun seiring perkembangan seni dan budaya khususnya budaya Yogyakarta, saat ini sudah bisa di lakukan melalui lembaga pendidikan formal dan non formal yang bekerjasama dengan Kraton Yogyakarta, sehingga lulusannya memiliki standar kompentensi penari baik tingkatan mula, muda dan madya,” jelasnya, kepada aknyogya.ac.id.
“Penerapan sertifikasi kompetensi di dalam negeri sendiri saat ini belum begitu diprioritaskan, namun sertifikat kompentesi profesi ini bila tampil di luar negeri sangat berguna sekali, karena sebagai tolak ukur standar kompetensi. Bahkan bila yang tidak memiliki sertifikat kompetensi profesi tidak bisa melakukan pementasan atau mengoperasikan alat yang digunakan,” imbuh Kanjeng Mas Tumenggung Suryo Waseso.
Materi-materi yang ada di lembaga sertifikasi profesi kraton ini sebenarnya sudah diajarkan dalam mata kuliah, jadi tidak begitu sulit ketika memang apa yang sudah disampaikan dalam perkuliahan lalu hingga diterapkan melalui seleksi sertifikasi profesi tersebut, “Sertifikasi kompetensi profesi ini sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa AKN Senbud Yk,” tutur Putri Isnaeni Kurniawati, dosen seni tari.
Marsyanda Salsa Irawan salah satu mahasiswa prodi tari mengungkapkan kepuasannya setelah mengikuti serangkaian seleksi sertifikasi kompetensi profesi bahwa ia berharap ke depannya semua mahasiswa dapat berkesempatan mengikuti seleksi sertifikasi kompetensi profesi ini, “Karena selain berkompeten dalam seni tari juga menunjang untuk bisa tampil di panggung yang lebih luas lagi,” harapnya.
Rochmad AKN