Perkuat Ekosistem Kemitraan Vokasi, AKN Seni Budaya YK Tuan Rumah FGD Dan Konsultasi Panel Expert
Perkuat Ekosistem Kemitraan Vokasi, AKN Seni Budaya YK Tuan Rumah FGD Dan Konsultasi Panel Expert
Oleh : Admin • 19 Januari 2024 • 253 Views

Bantul, aknyogya.ac.id – Dalam rangka memperkuat Ekosistem Kemitraan Vokasi, Tim Konsorsium DIY gelar FGD & Konsultasi Panel Expert dengan instansi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di DIY. Bertempat di Ruang VIP Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis No. 365, Panggungharjo, Sewon, Bantul, agenda dibuka dengan sambutan dari Direktur AKN Seni Budaya Yogyakarta Dr. Supadma, M.Hum., Ketua Tim Konsorsium Ekosistem Kemitraan Dr. Wiryanta, M.T., dan Dr. Dewi Yanti Liliana, S.Kom., M.Kom. selaku tim pakar Mitras DUDI, Kamis, 18/1.

Sesi FGD dan konsultasi dengan panel expert yang dipimpin oleh Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec. selaku moderator ini merupakan kelanjutan dari FGD pertama yang dilaksanakan pada bulan November 2023 terkait penyusunan Workforce Planning dengan menggunakan pendekatan Foresight. Tim konsorsium yang terdiri dari tim peneliti dari Sekolah Vokasi UGM, Fakultas Vokasi UNY, dan, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, melanjutkan penyusunan workforce dan innovation planning menggunakan metode konsultasi panel expert dengan menghadirkan narasumber dari Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Kepala Bappeda Provinsi DIY, Kepala Disnakertrans Provinsi DIY, Kepala Disdikpora DIY, Waketum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta dan empat kabupaten (Gunungkidul, Sleman, Bantul dan Kulon Progo), serta kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, dan juga perwakilan dari Nalar Institute selaku pakar metodologi.  

FGD dan konsultasi panel expert ini bertujuan untuk mengkonfirmasi hasil FGD Pertama, yang berupa pemetaan events-trends dan drivers yang diprediksi akan terjadi dan mampu menjadi pengungkit utama maupun berpengaruh terhadap perkembangan situasi ketenagakerjaan dan inovasi di masa depan khususnya vokasi di DIY. Selain itu, dalam FGD ini juga dibahas isu dan kebijakan yang terkait dengan penguatan ekosistem kemitraan dalam rangka menghasilkan SDM yang unggul khususnya vokasi. Dari hasil FGD ke-2 ini, drivers of change pendorong utama dalam penyusunan kerangka workforce and innovation planning di DIY telah dihasilkan dari aspek sosial, teknologi, ekonomi, lingkungan, kebijakan dan nilai. Hasil FGD ke-2 ini akan diolah lebih lanjut oleh tim konsorsium DIY.

Ketua tim konsorsium kepada tim media mengatakan bahwasanya pertama melakukan pemetaan potensi tenaga kerja di DIY dari sisi kuantitatif dan kualitatif. Kompetensi- kompetensi apa yang perlu di kembangkan, yang selanjutnta akan di merumuskan inovasi- inovasi apa yang bisa dilakukan sesuai dengan potensi yang ada di DIY, “FGD kali ini kita sudah memetakan bidang- bidang yang nantinya akan berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan DIY sekarang dan yang akan datang,” jelas Dr Wiryanta, M.T., yang juga Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM.           

Dr. Dewi selaku pakar dari Mitras DUDI berharap kolaborasi 3 kampus sebagai tim konsorsium dalam Program Ekosistem Kemitraan ini dapat membuka sekat-sekat antar kampus untuk menghasilkan perencanaan SDM dan Inovasi di DIY.  Ada 20 wilayah di Indonesia yang sedang mengimplementasikan program yang sama dan menurutnya tim konsorsium DIY termasuk salah satu tim yang telah berprogress dengan baik.

 

Rochmad AKN 

                                               

                                                                                                                                                                                                           
                                                                       

                                                                                                           

                                   

                       



 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran