PKL Mahasiswa Prodi Tari AKN Senbud YK Tunjukkan Peningkatan Kualitas Setiap Tahunnya
PKL Mahasiswa Prodi Tari AKN Senbud YK Tunjukkan Peningkatan Kualitas Setiap Tahunnya
Oleh : Admin • 23 Januari 2024 • 257 Views

Depok, aknyogya.ac.id – Tari Beksan Bandabaya menjadi tarian pembuka pada kegiatan Laporan Karya Akhir Studi Mahasiswa Prodi Seni Tari Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, yang berlangsung di Anjungan Pantai Laguna View, Depok, Parangtritis, Bantul. Sabtu 20/1.

Praktek Kerja Lapangan ini menandai berakhirnya perkuliahan semester satu. Program Studi Seni Tari sendiri dalam pementasan Laporan Karya Akhir Studi tahun ini menampilkan dua tarian klasik jenis beksan dan dua dramatari.

Beksan Bandabaya adalah tarian yang diciptakan pada masa pemerintahan K.G.P.A.A Paku Alam II. Tarian ini merupakan beksan kelompok yang menggambarkan kelompok prajurit yang sedang berlatih mengolah senjata berupa pedang dan tamen. Sedangkan tarian Tyas Muncar diciptakan pada tahun 2021 di era pemerintahan Paku Alam X. Tari ini mengambil ide dari rumah batik G.K.B.R.A.A Paku Alam yang ada di Pura Pakualaman. Tari tyas Muncar menceritakan seorang remaja putri yang hatinya cerah memancar yang menjalani proses keremajaan dengan penuh kebahagian, sehingga dapat menapaki kehidupan selanjutnya dengan baik melalui aktifitas membatik.

Kaprodi Seni Tari mengapresiasi suksesnya acara dan penampilan para mahasiswa dalam melaksanakan tugas masing-masing pada saat Praktek Kerja Lapangan(PKL), “Saya sangat bangga dalam mempersiapkan pementasan Laporan Karya Akhir Studi tahun ini, walaupun dalam persiapannya banyak kendala. Terutama dengan cuaca” ujarnya kepada aknyogya.ac.id

“Dan tentunya secara khusus saya merasa bangga dan takjub dengan mahasiswa Prodi Seni Tari pada penampilannya, dimana waktu perkuliahan yang baru berjalan beberapa bulan sudah mampu menguasai materi tarian yang diajarkan oleh para dosen dengan baik, para mahasiswa dapat menunjukkan peningkatan kualitas penampilan yang baik dari tahun ke tahun,” tutur Luvita Pradana Puspitasari, S.Sn., M.A.

Tari topeng Panji Jayakusuma adalah dramatari yang menceritakan Prabu Klono Sewandana yang jatuh hati kepada Dewi Sekartaji, putri dari keraton Jenggala Manik. Saking tergila-gilanya, Prabu Klono nekat memasuki keputren, dimana Dewi Sekartaji sedang bercengkrama dengan dayang-dayangnya. Di sana ia nekat menculik Dewi Sekartaji. Namun usahanya mendapatkan perlawan dari Panji Jayakusuma. Dalam pertarungan tersebut Klono Sewandaya mengalami kekalahan. Akhirnya Panji Jayakusuma dan Dewi Sekartaji tetap bersatu.

Sedangkan Tamtama Andrepati merupakan dramtari yang menceritakan tentang sekelompok prajurit yang gagah, berani, ora mingkuh (tidak ciut nyalinya) dan tidak takut mati ketika dalam peperangan.

Meski pada awal persiapannya terkendala cuaca yang tidak bersahabat, namun dengan semangat dan tekad bekerjasama yang baik antar Prodi, kegiatan PKL akhirnya tetap dapat terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari para pengunjung.

 

Rochmad AKN

   

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran