Bantul, aknyogya.ac.id – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta melalui Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu P3MPM menarik kembali mahasiswa Prodi Seni Kriya Kulit yang selesai menjalani proses Kuliah Magang, sejak 20 Mei hingga 4 Juni 2024 di tempat industri yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selasa, 11/6.
Kegiatan praktek Kuliah Magang pada mahasiswa Prodi Kriya Kulit Angkatan X memberi dampak positif. Seperti yang dirasakan oleh Ika Nur Alfiana Putra mahasiswa yang berkesempatan magang di Griya Ukir Sagio ini merasakan saat magang bisa berinteraksi dengan tenaga kerja di tempat magang, mendapat edukasi tentang kerajinan kulit yang beragam dan pembelajaran produksi secara nyata di luar kampus.
Seperti yang diharapkan oleh Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. dosen pembimbing sekaligus Kepala P3MPM, bahwa program mahasiswa magang ini antara lain untuk membekali para mahasiswa supaya siap bersaing di dunia kerja setelah lulus. “Harapannya para mahasiwa siap kerja, siap usaha saat setelah lulus kuliah, dengan kuliah magang ini salah satu tujuannya menyiapkan lulusan untuk siap bersaing di dunia kerja dunia industri dan dunia usaha,” katanya, saat di lokasi Wayang Clasik, Patehan, Kraton.
Senada dikatakan Ima Novilasari, M.Sn., bahwa progam praktek Kuliah Magang di industri tersebut salah satunya adalah agar para mahasiwa membawa ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapatkan langsung dari tempat magang, “Sebagian mahasiswa bahkan sudah bisa menguasai proses pengadaan, dari cara pengadaan bahan baku, cara produksi hingga cara menjual hasil produksi yang ia ciptakan,” ujar Kaprodi Seni Kriya Kulit.
Program Kuliah Magang yang pertama kali diadakan ini dipelopori oleh Prodi Kriya Kulit yang menggandeng mitra kerja beberapa sanggar antara lain Sanggar Seni Kasunggingan milik Agus Marwanto, Griya Ukir Sagio milik Sagio, Sanggar Wayang Pak Tumpuk milik Tumpuk, pembuatan gapit Pak Jumanto milik Jumanto dan Klasik Wayang milik Arya Daruputra.
Rochmad AKN