Yogyakarta - Tim dosen dari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini Tim AKNSBY berhasil lolos sebagai penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (BIMA) Tahun Anggaran 2026 melalui skema penelitian dan inovasi seni yang strategis.
Melawan Homogenisasi Gaya Melalui Atlas Visual Wayang Kulit
Tim dipimpin oleh Ima Novilasari, M.Sn. selaku Dosen Prodi Kriya Kulit bersama anggota Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. dan Junende Rahmawati, M.Sn. Tim ini berhasil memenangkan hibah melalui skema Penelitian Dosen Pemula. Mereka mengusung judul penelitian: "Atlas Visual Wayang Kulit DIY sebagai 'Peta Kedaulatan Budaya': Strategi Digitalisasi Identitas Lokal 5 Wilayah untuk Hilirisasi Ekonomi Kreatif."
Menurut Ima, penelitian ini berangkat dari kegelisahan terhadap fenomena "homogenisasi gaya" yang membuat varian lokal wayang di wilayah penyangga yaitu Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul sering terpinggirkan oleh dominasi standar Keraton.
"Banyak perajin di daerah memiliki identitas lokalitas yang kuat namun menghadapi kendala pemasaran," terang Ima Novilasari. "Melalui Atlas Visual ini, kami melakukan kodifikasi visual yang saintifik untuk memberikan narasi penguat (storytelling) pada setiap produk pengrajin. Ini adalah upaya kami dalam membangun 'Peta Kedaulatan Budaya' agar varian lokal tetap eksis dan memiliki daya saing ekonomi di pasar global," ujar Ima Novilasari.
Ia menambahkan target luaran dari penelitian ini meliputi publikasi jurnal ilmiah, dokumen Hak Cipta hingga video dokumentasi resolusi tinggi yang siap mempromosikan lokalitas Yogyakarta ke dunia internasional. (Humas-AKNSenBud)