Sidang Senat Dies Natalis Ke-6, AKNSBY Banyak Alami Dinamika Positif
Sidang Senat Dies Natalis Ke-6, AKNSBY Banyak Alami Dinamika Positif
Oleh : Admin • 14 Juli 2026 • 0 Views

YOGYAKARTA - AKN Seni dan Budaya Yogyakarta menggelar Sidang Senat Terbuka pada Jumat (3/7/2026) di Pendapa Kampus setempat Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul. Sidang Senat bertema "Harmoni Transformasi  Digital dan Budaya Nusantara Dalam Membentuk Generasi Berkarakter Bangsa"  ini sebagai rangkaian acara Dies Natalis Ke-6. Selain dihadiri jajaran senat dan para civitas akademika AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, sidang juga dihadiri para tamu undangan diantaranya Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kunda Kebudayaan DIY, perwakilan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kepala LLDIKTI DIY, Muspika Kapanewon Sewon, Pimpinan Lembaga Budaya Mitra AKN Seni dan Budaya dan Pimpinan Sanggar, Mitra Dunia Kerja dan Dunia Industri, Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY serta deretan tamu undangan lainnya.

Direktur AKNSBY Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan, AKNSBY dalam perkembangannya saat ini telah banyak
mengalami dinamika yang positif, peningkatan signifikan dalam upaya meneguhkan sebagai lembaga budaya berbasis vokasi yang telah diraih oleh tiga prodi, yaitu kriya, tari, dan karawitan. "Kesempatan ini sebagai momentum yang bukan sekedar penanda bertambahnya usia lembaga melainkan juga saat ini tepat merefleksikan perjalanan, capaian serta arah pengembangan lembaga
dalam menjawab tantangan zaman," kata Kuswarsantyo. "Dan saat ini, AKNSBY sedang bekerja untuk meluluskan siswa-siswanya melalui akreditasi yang akan kita tempuh melalui BAN PT. Harapannya ke depan kami akan segera memiliki lembaga yang terakreditasi sebagai syarat untuk mendirikan prodi baru yang beberapa waktu lalu telah kami saling sampaikan bahwasannya dari Dawuh Ngarso Dalem Sri Sultan HB X selaku Gubernur DIY, AKNSBY akan segera mendirikan prodi baru, yaitu Prodi Digitalisasi Seni Tradisi," paparnya. 

Di sisi lain, Direktur juga mengungkapkan bahwa belajar tari, karawitan maupun kriya tidak sekedar belajar keterampilan. Namun lebih dari itu bagaimana nilai-nilai itu dikembangkan termasuk filosofi dasar yang menghitung pada nilai-nilai budaya khas Yogyakarta. "Oleh sebab itu, sekaligus kami melaporkan pada Kepala Dinas Kebudayaan DIY bahwa AKNSBY telah melaksanakan mata kuliah khas Keyogyakartaan secara include di dalam mata kuliah.
Karena kalau harus menyelenggarakan mata kuliah secara khusus,
barangkali SKS yang dibebankan pada Diploma 1 masih kurang, sehingga kami juga sedang berupaya mengajukan melalui Bapak Paniradya Keistimewaan untuk bisa dikembangkan menjadi Diploma 2. Sehingga nantinya mata kuliah nilai-nilai khas Keyogyakartaan itu akan muncul secara eksplisit dan membekali mahasiswa AKNSBY ke depan. Lebih-lebih jika nanti akan dijadikan pendamping budaya di DIY,' urai Kuswarsantyo. (Humas-AKNSenBud)

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran