Lomba Tari Dies Natalis Ke-6 AKNSBY, Ini Para Juaranya
Lomba Tari Dies Natalis Ke-6 AKNSBY, Ini Para Juaranya
Oleh : Admin • 14 Juli 2026 • 100 Views

YOGYAKARTA - Berbicara tentang tradisi dan kreasi adalah berbicara tentang masa lalu yang berjabat tangan dengan masa depan. Tradisi adalah akar dan sikap yang kokoh, sementara kreasi adalah kecukupan daun dan bunga yang mekar. Hal tersebut disampaikan oleh Ali Nur Sotya, M.Sn selaku Kaprodi Tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta saat membuka Lomba Tari Kreasi Tingkat SMA/SMK/Sderajat rangkaian Dies Natalis Ke-6 AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Kamis (2/7/2026). 

"Melalui ajang Lomba Tari Kreasi ini, kita ingin melihat bagaimana nilai-nilai luhur, filosofi dan tradisi kita rawat sekaligus kita saksikan ulang oleh tubuh-tubuh mudar yang memiliki daya hidup," ungkap Ali. "Seni tidak akan mati selama ada ruang untuk kreasi terus ada. AKN Seni dan Budaya Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadi kawah candradimuka, tempat diimana para seniman cerdas, trampil, tempat para seniman ditempa,” tambahnya.

Ali berpesan kepada seluruh peserta selama berkompetisi, bahwa menang atau kalah dalam sebuah perlombaan adalah hal biasa. Namun, keberanian untuk tampil di atas panggung dengan membawa gagasan, menarikan identitas bangsa, dan itulah kemenangan yang sesungguhnya. “Nikmatilah setiap jumlah prosesnya dan biarkan tradisi itu hidup dalam setiap gerak anda. Selamat berproses, selamat berkompetisi dan selamat berkreativitas,” ucap Ali.

Sementara Direktur AKNSBY Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum., menyatakan lomba tari ini sebenarnya juga strategi untuk melakukan desiminasi calon mahasiswa ke depan. Dalam waktu dekat ada gelombang terakhir untuk perekrutan mahasiswa baru "Di sisi lain memang kita selalu mengupayakan bagaimana generasi muda khususnya anak-anak SMA, SMK di Yogyakarta secara khusus bisa terus mengembangkan kemampuannya di dalam olah tari yang di dalamnya adalah olah rasa dan olah raga. 

Kompetensi yang harus dipenuhi ini bisa diterapkan sebagai media pendidikan bagi anak untuk memahami nilai-nilai yang ada dan juga mengolah rasa sekaligus memahami filosofi dan penerapannya di dalam kehidupan. Ia menyebut, dengan anak-anak ini belajar seni tentu saja ada keseimbangan otak kiri dan otak kanan. Itu akan menjadi berimbang sehingga tidak akan menimbulkan gejolak ketika mahasiswa atau siswa itu menghadapi permasalahan yang berat. “Kalau tidak ada keseimbangan itu kan akan stres makanya media seni ini sebenarnya kan untuk menanamkan sikap perilaku supaya ada keseimbangan antara unsur kognitif maupun psikomotoriknya,” terang Kuswarsantyo.

Adapun para pemenang dalam Lomba Tari ini adalah, Juara 1 yaitu Aisha Azalia (SMA N 2 Purworejo), Rania Zahra Nasution (SMA N 4 Purworejo), Berliana Eka Dewi Maheswari (SMA N 7 Purworejo), Wahyu Cintami Sakuntala (SMA N 11 Purworejo), Ajeng Ashra Kanahaya (SMA N 11 Purworejo). Sedangkan juara 2 diraih Magdalena Devika Chandra Nalini (SMA N 1 Mlati), Meisyafilla Arum Wulandari (SMA N 1 Sleman), Chaterine Aprilia Ade Ayuningtyas (SMK N 2 Godean), Putri Astri Finanda (SMA N 1 Sleman) serta juara 3 direbut dari SMAN 2 Bantul dengan penari Shafa Anggita Putri, Cheisa Afra Satyakartika, Rena Anggraini, Gisela Meiriska Audyna Putri dan Ferisia Erya PutrFot

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran