YOGYAKARTA - Workshop kurikulum sudah lama dinantikan oleh AKN Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) seiring perkembangan zaman dan berlalunya waktu serta adanya beberapa hal yang perlu dievaluasi. Hal tersebut disampaikan Direktur AKNSBY Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum. di sela pelaksanaan workshop kurikulum di kampus AKNSBY.
Materi yang dinantikan tersebut terutama substansi dari mata kuliah-mata kuliah serta metode pembelajaran yang perlu direhab. Yang paling menonjol, menurut Direktur AKNSBY adalah materi titipan dari Pemerintah Daerah yaitu tentang program Kejogjakartaan yang masuk di dalam kurikulum.
"Seiring telah terlalu padatnya SKS pada D1 AKNSBY, maka kampus ini sudah tidak memungkinkan untuk menambah satu mata kuliah nilai Kejogjakartaan. Sehingga yang kita ambil strateginya adalah materi itu include di dalam mata kuliah," terang Kuswarsantyo. Direktur mencontohkan, dalam pelaksanaannya sambil berjalan juga menjelaskan pelajaran tari tapi di dalamnya disisipkan nilai-nilai kejogjakartaan dalam konteks tari. Begitupun dengan Karawitan dan Kriya.
Nantinya tiga prodi secara bersama-sama akan diawali stadium general atau kuliah awal yang penyampaiannya dengan mengundang pakar ataupun narasumber yang memang paham tentang nilai-nilai ke Keyogyakartaan itu sebagai modal awal belajar di AKNSBY. (Humas-AKNSenBud)