PISN oleh Tim AKNSBY Perkuat Identitas Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan
PISN oleh Tim AKNSBY Perkuat Identitas Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan
Oleh : Admin • 02 September 2026 • 69 Views

YOGYAKARTA - Program Inovasi Seni Nusantara merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan di Bantul melalui kolaborasi seni inovatif yang
didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan ini dilaksanakan
oleh tim dari Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY). Sebagai Ketua Tim Pelaksana yaitu Galih Puspita Karti, S.Sn., M.Sn dengan anggota pelaksana yang terdiri dari Damar Kasyiyadi, M.Pd., 
Titik Samiarsih, M.Sn. dan Ima Novilasari, M.Sn.

Menurut Galih Puspita Kartu, Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan dikenal sebagai sentra wisata kesehatan dengan produk jamu yang kreatif. Namun demikian desa ini menghadapi kendala kurangnya sumber daya manusia di bidang seni pertunjukan lokal yang tergantung pada seniman luar untuk menyambut tamu. Hal
tersebut dianggap mengurangi otentisitas dan kredibilitas desa. Selain itu, aset gamelan yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan keahlian warga. 

Melalui Program Inovasi Seni Nusantara ditawarkan solusi berupa penciptaan karya tari bertema jamu gendong, pelatihan karawitan intensif serta pembuatan souvenir kriya non-kuliner. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat diberdayakan agar mandiri dalam mementaskan seni budaya asli Kiringan.

"Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai
ekonomi paket wisata, melestarikan budaya lokal serta memastikan keberlanjutan desa melalui
pembentukan tim kreatif," terang Galih. "Hasil akhirnya berupa integrasi harmonis antara produk jamu dan seni
pertunjukan sebagai identitas unik yang otentik," tegasnya. 

Pada pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap awal dimulai dengan sosialisasi melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dan koordinasi bersama warga,
pemuda-pemudi serta tokoh masyarakat guna menyamakan persepsi, membangun komitmen,
menyusun jadwal latihan serta mengidentifikasi minat dan bakat awal warga di bidang seni dan kriya sebagai dasar proses rekrutmen penari, pengrawit, dan pengrajin. 

Setelah itu dilanjutkan ke
tahap pelatihan sebagai inti penguatan masyarakat lokal yang dilakukan secara praktik langsung dan tatap muka. Tahap ini mencakup pelatihan tari inovatif berupa penciptaan koreografi orisinal Tari
Jamu Gendong beserta penguasaan teknik dasar tari, pelatihan karawitan dengan mengoptimalkan
aset gamelan desa untuk menciptakan gending pengiring tari serta pelatihan kriya souvenir yang
diawali dengan pembuatan prototipe cinderamata bertema jamu gendong sebelum dilanjutkan
dengan pelatihan teknik produksi souvenir non-kuliner berbahan kulit secara mandiri.

Rangkaian pelatihan tersebut kemudian dimatangkan melalui latihan gabungan antara tim tari-karawitan dan perancangan paket wisata budaya. Rangkaian kegiatan ini bermuara pada Penyelenggaraan Pergelaran Seni Budaya Lokal yang secara penuh dipentaskan oleh masyarakat lokal, pameran hasil souvenir non-kuliner serta launching paket budaya di Kiringan. (Humas-AKNSenBud) 
 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran