Yogyakarta-Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) kembali menggelar pertunjukan wayang topeng bertajuk Panji Jayakusuma, Minggu malam, 18/9, di Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan No. 6, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Pertunjukan wayang topeng yang disutradarai oleh Widodo Kusnantya, S.Sn. diperagakan secara apik oleh 17 orang penari, berpadu selaras dengan iringan tabuhan gamelan yang ditata indah oleh Bayu Purnama, S.Sn., M.Sn..
Sebagai pembuka cerita, para penonton disuguhi pertunjukan tari Sekar Pudjiastuti yang sangat mempesona, dimainkan secara lemah gemulai oleh dua orang penari yakni Ummi Auli dan Sri. Dua orang penari tersebut merupakan mahasiswa AKNSBY angkatan 8 yang sudah banyak menampilkan berbagai judul tarian. Tari Sekar Pudjiastuti pada awalnya diasumsikan sebagai tari permohonan agar apa yang dilakukan bisa terlaksana dengan baik, selanjutnya difungsikan sebagai tari penyambutan ucapan selamat datang. Tarian ini diciptakan pada taun 1979 oleh K.R.T. Sasmintadipura, seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta.
Selanjutnya para penonton diajak untuk menyaksikan cerita utama dalam pertunjukan wayang topeng Panji Jayakusumo. Pertunjukan wayang topeng ini menceritakan tentang keadaan Kraton Jenggalamanik yang tidak menentu sepeninggal Dewi Sekartaji, Ragil Kuning dan Panji Asmarabangun. Peperangan terjadi setelah dua utusan dari Kraton Bali datang untuk merebut tahta. Jenggalamanik yang kacau, membuat Prabu Lembu Amiluhur mengutus Raden Gunung Sari beserta abdinya untuk mencari Panji Asmarabangun. Setelah mencari kian kemari akhirnya mereka bertemu Panji Jayakusumo yang setelah diminta bantuannya akhirnya bisa memadamkan pemberontakan. Dua utusan dari Bali setelah dikalahkan oleh Panji Jayakusumo, berubah wujud menjadi Dewi Sekartaji dan Dewi Ragil Kuning.
Masalah belum berhenti karena tak lama kemudian Prabu Sewandana dari Kraton Bantarangin mendatangi Kraton Jenggala bertujuan melamar Dewi Sekartaji. Panji Jayakusumo menantang Prabu Sewandana yang apabila berhasil mengalahkannya maka boleh memboyong Dewi Sekartaji. Pertarungan pun terjadi, dan dimenangkan oleh Panji Jayakusumo yang kemudian diketahui bahwa Panji Jayakusumo tak lain adalah Panji Asmarabangun. Setelah peristiwa-peristiwa tersebut dilalui Kraton Jenggalamanik akhirnya tentram Kembali.
Tampak di deretan bangku penonton paling belakang Dr. Supadma, M.Hum., direktur Akademi Kominitas Negeri Seni Budaya Yogyakarta sangat antusias menikmati jalannya pertunjukan wayang topeng yang diperankan oleh para mahasiswanya. Beliau merasa sangat bangga dan mengapresiasi pertunjukan tersebut.terlebih nampak di deretan bangku penonton didominasi oleh penonton dari mancanegara. Beliau berharap nantinya AKNSBY bisa lebih banyak mencapai prestasi, dan AKNSBY lebih dikenal tidak hanya di kancah nasional akan tetapi juga internasional.
Rochmad-AKN