Bantul-Penyelenggaran wisuda mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya pada tahun 2022 adalah untuk yang pertama kalinya dalam catatan dilaksanakan secara mandiri. Sejumlah 77 wisudawan yang terdiri dari 27 orang mahasiswa program studi seni tari, 27 orang mahasiswa program studi seni karawitan dan 23 orang mahasiswa program studi seni kriya, mengikuti prosesi wisuda AKN Seni dan Budaya Yogyakarta tahun akademik 2021/2022 yang diselenggarakan di Pendhopo Bale Widya Budaya kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis 364, Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kamis, 29/9, yang berlangsung secara khidmad.
Dari keseluruhan jumlah wisudawan tersebut, terdapat 10 orang yang meraih predikat Sangat Terampil untuk program Diploma-1. Surya Setiawan, sebagai wisudawan peraih Indeks Kumulatif tertinggi dari prodi seni kriya, saat diwawancarai oleh tim media AKN, mengungkapkan perasaan bahagianya telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Dia berharap agar pencapaiannya ini dapat memotivasi para mahasiswa yang sekarang sedang menempuh studinya di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta supaya selalu bersemangat dalam belajar dan berlatih. Selanjutnya lebih memacu diri sendiri agar terus berkarya menghasilkan karya-karya terbaik, sehingga turut berperan dalam melestarikan tatah sungging wayang kulit.
“Saya bercita-cita kedepannya bisa mewujudkan dan melestraikan seni kriya tatah sungging khusus wayang kulit gagrak Yogyakarta jangan sampai punah oleh zaman. Untuk menghasilkan karya tidak hanya sebatas ketugasan di dalam mata kuliah. Namun, setelah kelulusan ini saya akan tetap berkarya seni, khususnya seni budaya Yogyakarta.” terangnya.
Dr. Supadma, M.Hum., Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, saat memberi sambutan pada Sidang Senat Terbuka Terbatas Wisuda D-1 ini berharap agar para wisudawan segera dapat memasuki dunia profesi dengan lancar, karena selama ini telah terbangun kompetensi dan tanggungjawab untuk mengamalkan profesi seni dan budaya pada masyarakat. Selain itu juga diperlukan penguatan kompetensi dan mental untuk menunjang dalam berkreasi dan berkreativitas sehingga mampu bertahan dan bersaing di dunia kerja. Para wisudawan juga diharapkan agar tidak meninggalkan nilai-nilai seni khususnya seni dan budaya Yogyakarta.
Dalam sambutannya secara tertulis yang di bacakan oleh Kadispora DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengatakan bahwa, Yogyakarta merupakan pusat pengembangan seni dan budaya jawa serta tujuan wisata yang potensial, Maka kebutuhan tenaga trampil jenjang pendididkan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang seni dan budaya sangat di butuhkan. Selama ini Pendidikan vokasi setelah SMK adalah pendididkan vokasi jenjang D3. Ada celah antara Pendidikan SMK dengan Pendidikan Diploma 3. Untuk menutup jarak tersebut maka di bentuklah Pendidikan vokasi Diploma1 dan Diploma 2. Perguruan tinggi yang mendidik program D1dan D2 itu Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya Yogyakarta. AKNSB Yogyakarta merupakan sebuah perguruan tinggi yang berbasis pada seni dan budaya Yogyakarta. Di harapakan kedepannya mampu melestarikan nilai nilai budaya jawa dalam setiap aspek segala kehidupan masyarakat. sehingga lulusan AKN Seni Budaya Yogyakrta ini harus mampu terjun di tengah masyarakat dengan mengeban tugas menanamkan dan memperkuat nilai-nilai budaya sebagai nafas dalam kehidupan sehari hari. Karena kebudayaan memiliki cakupan makna yang sangat luas, dari segala aspek kehidupan manusia.
Rochmad-AKN