Bantul – Pekan Kesenian AKN-SB 2022 yang berlangsung selama tiga hari, berakhir pada Minggu dinihari, 19/12. Penutupan ditandai dengan pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba tari, karawitan dan melukis wayang serta penyerahan wayang kulit kepada tiga dalang oleh Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta di pendopo Balai Widya Budaya komplek kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Jl. Parangtritis km 4,5, Pandes, Pendowoharjo, Sewon, Bantul.
Dalam pidato sambutan penutupan kegiatan tersebut, Dr Supadma, M. Hum. mengatakan bahwa, gelaran pekan kesenian AKN-SB 2022 yang baru pertama kali dihelatkan ini tergolong sukses dalam penyelenggaraan dan lancar dalam prosesi kegiatannya. Tujuan utama pagelaran festival kesenian dan budaya ini tidak hanya memberi apresiasi terkait partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini, akan tetapi lebih kepada deseminasi kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, serta pelestarian dan pengembangan seni karawitan, seni tari, seni kriya terhadap generasi muda.
Maka orientasi peserta diharapkan ke SMA/SMK non seni. Selaku perguruan tinggi vokasi di bidang seni dan budaya harapan kami dengan diadakan pekan kesenian AKN-SB 2022 ini bisa diterima dan lebih dikenal masyarakat, utamanya AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dikenal dekat oleh kalangan SMA/SMK untuk orientasi penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran 2023-2024.
“Kami bergerak simultan antara memberikan apresiasi yang cukup disamping kami deseminasi pengenalan kampus terhadap siswa sekolah SMA/SMK. Hubungan kerjasama dengan masyarakat secara luas sudah kami jalin melalui pemajuan budaya, karena kemajuan budaya itu tidak bisa dilakukan oleh perguruan tinggi secara sendiri-sendiri tetapi butuh sinergritas terhadap stakeholder yang lebih luas”, ujarnya.
Sama hal seperti yang diungkapkan Sugeng salah satu pengunjung festival kesenian AKN-SB 2022 asal Gunungkidul sangat antusias dengan digelarnya festival kesenian dan kebudayaan ini. Harapannya kampus AKN menginventarisasi dan membuat program-program terkait seni dan budaya di desa-desa.
“Karena di desa-desa itu sebenarnya banyak bermacam-macam seni, seni dan pelaku kesenian dan budaya. Sudahkah ada program dari kampus AKN ini untuk menginventarisasi seni yang ada di desa. Barangkali ini merupakan suatu kekayaan seni dan budaya yang ada di wilayah pelosok desa-desa. Satu lagi harapan saya semoga kampus ini berkembang dengan baik, maju, mahasiswanya banyak dan lulusannya banyak”, ungkap pria berusia 75 tahun ini.
Acara puncak Pekan Kesenian AKN-SB 2022 ini dimeriahkan dengan pertunjukkan wayang kontemporer oleh alumni, pertunjukan tari dan karawitan dan juga pertunjukkan wayang dengan tiga dalang. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, banyak harapan yang ingin diwujudkan dari adanya Pekan Kesenian AKN-SB 2022.
Rochmad - AKN