Hangno Pentaskan Wayang Kontemporer 'Trilogi Mencari Arjuna' Pada Pekan Kesenian AKN-SB 2022
Hangno Pentaskan Wayang Kontemporer 'Trilogi Mencari Arjuna' Pada Pekan Kesenian AKN-SB 2022
Oleh : Admin • 22 Desember 2022 • 505 Views

Bantul – Pertunjukan wayang kontemporer yang dipentaskan oleh Hangno Hartono, alumni AKN Seni dan Budaya Yogyakarta angkatan-4 menjadi bagian dalam malam puncak acara  penutupan Pekan Kesenian AKN-SB 2022. Berlangsung selama 1 jam di pendopo Bale Widya Budaya kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Minggu malam, 18/12, pertunjukan wayang kontemporer ini bertajuk ‘Trilogi Mencari Arjuna

Pemilik sanggar Omah Budaya Kahangnan tersebut saat diwawancarai oleh tim media AKNSB Yogyakarta beberapa saat sebelum pentas menjelaskan bahwa pertunjukan wayang kontemporer adalah pertunjukkan wayang yang dikontektualisasikan dengan masa kekinian. Dimana ada unsur kebebasan berekspresi, tanpa harus menolak unsur klasik. Unsur klasik tetap dipegang dengan menghadirkan ruang-ruang kebebasan berkespresi. Iringan musik yang digunakan tetap menggunakan gamelan. Sedangkan wayang yang digunakan merupakan perpaduan dari bentuk wayang beber dan relief.

Melalui pertunjukkan wayang kontemporer ‘Trilogi Mencari Arjuna’ ini Hangno, sapaan akrabnya, ingin menyampaikan tentang konsep kepemimpinan secara lebih fleksibel. Konsep kepemimpinan ideal menurut dunia tradisi merujuk kepada tokoh Arjuna. Sedangkan tokoh antagonisnya adalah Satriya Kuning. Yang dimaksud Satriya Kuning disini adalah anak keturunan pejabat/tokoh organisasi/tokoh masyarakat, yang ingin berpartisipasi dalam kemajuan bangsa. Akan tetapi Satriya Kuning ini terjebak pada sistem oligharki yang ada. Namun kemudian Satriyo Kuning ini sadar bahwa dia terjebak. Selanjutnya Satriya Kuning ini bertemu dengan jati dirinya melalui pengetahuan-pengetahuan yang merujuk pada tokoh Semar. Dimana Semar ini memberi wejangan kepada Satriyo Kuning untuk melihat kembali kepada sosok Arjuna sebagai tipe ideal sebagai pemimpin. Sebagai seorang pemimpin haruslah bumipati dan prajapati.

“Bumipati artinya bahwa seorang pemimpin itu harus mencintai bumi, beristrikan bumi. Kecenderungan pemimpin saat ini ketika berkuasa adalah mengeksplorasi kekayaan alam. Dalam konsep bumipati, seorang pemimpin harus memuliakan alam. Sedangkan Prajapati artinya seorang pemimpin harus mencintai rakyatnya”, jelas Hangno

Selain pertunjukan wayang kontemporer, malam puncak acara penutupan Pekan Kesenian AKN-SB 2022 juga dimeriahkan dengan pentas tari, karawitan dan pertunjukkan wayang dengan tiga dalang yang berasal dari mahasiswa AKNSB Yogyakarta. Penonton tidak hanya berasal dari para mahasiswa tetapi juga para peserta lomba dan para alumni AKNSB Yogyakarta.

 

Rochmad - AKN

 

 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran