Kraton, aknyogya.ac.id – Berdirinya Sanggar Tari Yoso Budaya adalah sebagai wadah aktivitas para remaja kampung untuk belajar seni dan budaya. Sanggar tari yang terletak di Jl. Langenastran Kidul No. 7, Panembahan, Kraton, Yogyakarta ini didirikan pada tahun 2004 atas prakarsa dan binaan pakdhe Harto, seorang seniman tari yang juga seorang pengajar tari di kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.
Keberadaan Sanggar Tari Yoso Budaya sempat vakum dengan adanya pandemi covid. Namun kini sudah mulai bangkit dan semakin menunjukan eksistensinya. Hingga saat ini sanggar tari tersebut terus berkembang pesat dan sudah terdaftar sebagai pelestari seni budaya di bidang seni tari oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY. “Seiring waktu dengan diperolehnya NIK (Nomor Induk Kebudayaan) dari Dinas Kebudayaan, maka saat ini selaku pembina sangar Yoso Budaya adalah Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta”, ujar Andhi Musyarif Saputra, pengelola sanggar saat diwawancarai oleh aknyogya.ac.id, Minggu, 25/2, di Omah Wayang, Kraton.
Pelatih tari Sanggar Yoso Budaya yang juga alumni AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Karni, SE. kepada tim media aknyogya.ac.id mengungkapkan bahwa salah satu upaya untuk mencegah berkembangnya budaya asing yang saat ini sudah membanjir di tanah air, antara lain dengan menghidupkan sanggar - sanggar seni dan mengenalkan budaya terhadap generasi muda,“Menyemangati generasi muda sebagai penerus dan pelestari budaya warisan leluhur kita yang merupakan warisan budaya adhi luhung, kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita sendiri”, tegas Alumni Prodi Tari angkatan VIII.
Sebagai alumni AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Karni berharap pemerintah melalui dinas - dinas terkait turut mendukung keberadaan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta yang merupakan almamaternya serta sanggar - sanggar seni dan budaya yang sudah ada, “Kami harap dukungan pemerintah, paling tidak memberi semangat. Tidak lantas hanya diundang, absen lalu pulang. Tapi bentuk dukungan penyemangat lebih kita butuhkan”, harapnya.
“Kami sebagai alumni juga mengharapkan diundang oleh AKN Senbud Yogyakarta sebagai kampus yang kita banggakan, kami diberi kesempatan untuk menampilkan anak didik kita untuk tampil dalam event - event yang diadakan oleh AKN Seni dan Budaya Yogyakarta”, pungkas R. Santowati teman seangkatannya.
Rochmad AKN