Bantul- Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pariwisata Bantul merencanakan kerjasama dengan kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta untuk menampilkan kesenian asli dari Bantul yaitu kesenian tari Montro yang akan dilaksanakan Sabtu, 22-7-23, di sepanjang pinggir Pantai Parangtritis (untuk tempat belum ada keputusan dimana, kemarin ada usulan di JJLS yang ada jembatannya) dalam agenda menyambut Bantul International Festival.
Acara tersebut nantinya akan dikemas sebagai tarian kolosal dengan gaya flashmob berkonsep sholawat montro dengan jumlah kurang lebih 10.000 peserta, dengan asumsi peserta yang meliputi pelajar SMA/SMK dan Madrasah Aliyah serta Santri Pondok Pesantren yang ada di kabupaten Bantul. Dari masing-masing instruktur tarian flashmod akan dilatih oleh para dosen dari kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dengan melibatkan Ikatan Guru Tari Bantul dan Paguyuban Seniman Tari Bantul.
“Konsep flashmob yang akan dilakukan adalah tari Montro sederhana dengan mengambil esensi gerak tari Montro khas Bantul. Tidak hanya gerak namun kita berencana untuk mendesain kaos dengan interpretasi bentuk rompi untuk para peserta tari flashmob sholawat montro”, usul Luvita Pradana Puspitasari, S.Sn. M.A Kaprodi seni tari AKN Senbud Yk, saat mengikuti rapat gabungan pada hari Kamis,2/2, dii kantor Dinas Pariwisata Bantul yang dihadiri staff ASN Dinas Pariwisata Bantul.
Kegiatan tersebut diperkirakan akan memakan durasi waktu sekitar 5-6 menit dengan konsep tari Montro.
Melalui rencana kegiatan tersebut Dinas Pariwisata Bantul menargetkan untuk memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesi (MURI). Sedangkan dari masing-masing stakeholder di pemda Bantul turut mendukung rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Rochmad - AKN