Bantul - Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran baru 2023/2024, diharapkan akan ada animo yang lebih untuk menjadi calon mahaiswa di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. Disampaikan oleh direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Dr. Supadma, M.Hum., kepada aknyogya.ac.id di ruang kerjanya, Rabu, 12/4 bahwa sejak tahun 2022 AKN Seni dan Budaya Yogyakarta telah melakukan deseminasi baik di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta maupun di luar propinsi DIY, yaitu di kabupaten Magelang, kabupaten Purworejo, kabupaten Klaten, kota Surakarta, kota Blitar dan kabupaten Banyuwangi. Harapannya di tahun ajaran baru nanti kita memiliki minimal dua kelas di setiap prodi. Jadi andaikata sekarang kuota mahasiswa adalah antara 90 – 100, maka apabila dua kelas akan mencapai 180 mahasiswa di tiga prodi.
“Secara nyata kami telah melakukan deseminasi baik di lingkungan DIY maupun di luar DIY. Kami melakukan di kabupaten Magelang dan Purworejo di sisi barat, kabupaten Klaten dan kota Solo di sisi timur sedangkan di Jawa Timur kami melakukan di Blitar dan Banyuwangi”, ujar Dr. Supadma, M.Hum.
Dalam sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, hal penting yang perlu disampaikan kepada masyarakat adalah mengenai manfaat yang didapatkan ketika kuliah dan kemudian lulus dari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta supaya lebih banyak lagi masyarakat yang tertarik untuk masuk ke AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sehingga turut serta dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya gagrak Yogyakarta. Hal ini disampaikan oleh Kasubag TU AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Rais Faisal Akhyar kepada aknyogya.ac.id secara terpisah.
Segala potensi yang ada di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dikerahkan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam sosialisasi PMB ini. Semua staff dosen dan karyawan digerakkan ke seluruh DIY untuk sosialisai.
“Data yang kami terima terkait sanggar kesenian ada di 163 kelurahan se-DIY. Dan 163 kalurahan itu akan kami kunjungi secara keseluruhan”, jelas Rais Faisal Akhyar singkat.
Lebih lanjut Kasubag TU menjelaskan bahwa dari keseluruhan kalurahan tersebut dipilah kemudian sosialisasi diprioritaskan di kalurahan yang sudah menjadi desa budaya. Lebih utama lagi desa budaya yang mana di sana ada pendamping desa budaya yang merupakan alumni AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.
Rochmad AKN