Bantul,aknyogya.ac.id – Warga Bogoran Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Pada malam tirakatan dalam rangka memperingatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78. Rabu, 16/8 yang bertepatan dengan peresmian pelantikan ketua dan pengurus pemuda serta pengukuhan kepala dukuh Bogoran dimeriahkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan menghadirkan dalang Ki Ibrahim.
Sosok berperawakan tinggi berbusana surjan lurik hijau dipadu dengan blangkon maron dan kain jarik duduk bersila, tangannya memegang wayang gunungan atau kayon pertanda pertunjukan wayang segera dimulai, alunan gending gamelan menggema, suara gagahnya mulai menuturkan lakon Semar Bangun Kayangan.
Ibrahim Fharidho Aksan dalang muda yang tercatat sebagai mahasiswa di kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta program studi seni karawitan angkatan 9 yang pada malam itu tampil sebagai dalang wayang kulit yang di gelar di halaman kampung dukuh Bogoran, Trirenggo, Bantul.
Pria kelahiran 19 Juli 2003 tersebut pada mulanya gemar menonton pertunjukan wayang kulit setelah itu masuk sekolah pedalangan di SMK Negeri 1 Kasihan yang selanjutnya kuliah di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta pada prodi Karawitan tahun 2018. “Pengalaman mendalang, pernah tampil 1 kali di kampus AKN Senbud Yk dan 6 kali mendalang berpindah- pindah tempat dan saya secara pribadi masih kurang dalam pengalaman dan terus banyak belajar.” Ujanya.
“Mengangkat judul Semar Bangun Kayangan, Sosok Semar merupakan tokoh panutan, dengan mengajak membenahi diri sendiri, dan saya berpesan pada diri saya sendiri dan masyarakat pada umumnya bahwa cintai kebudayaan karena kebudayaan merupakan warisan dari nenek moyang kita yang harus dijaga dan dilestarikan khususnya budaya Jawa”imbuh Imbrahim.
Secara terpisah Bayu Purnama, M.Sn. Kaprodi Seni Karawitan mengatakan bahwa, sangat mendukung kiprah alumnus ataupun mahasiswanya untuk mengembangkan bakat dan skillnya. Karena tugas kita adalah menjaga dan melestarikan kebudayaan yang merupakan warisan adhi luhung. “Iya, sangat mendukung sekaligus bangga terhadap mas Ibrahim yang merupakan dalang wayang kulit masa depan, walaupun tidak secara intes saya bertemu, dia juga sudah tahap bisa dalam seni karawitan, “kata Bayu Papang, Singkat.
Rochmad-AKN