Bantul.aknyogya.ac.id – Menyambut perkuliahan di tahun ajaran yang baru, kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta tengah merencanakan program pembelajaran baru di Prodi Kriya Kulit yaitu studi langsung lapangan terhadap pengolahan bahan kulit dari awal hingga kulit jadi yang siap diolah menjadi barang kerajinan. Senin, 21/8 tim prodi seni kriya kulit melakukan survei lokasi pembelajaran pengolahan kulit, H. Subardiyono, yang terletak di Desa Groso, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Sebanyak 50 orang pendaftar yang dinyatakan lolos, terdiri dari 25 orang diterima di prodi seni karawitan, 17 orang prodi seni tari dan 8 orang prodi seni kriya kulit. Sehingga total jumlah seluruh calon mahasiswa yang diterima oleh AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dari tes masuk gelombang pertama dan kedua hingga gelombang ketiga sebanyak 100 orang.
Dari total 100 orang calon mahasiswa di tiga program studi untuk yang diterima prodi seni kriya kulit sendiri sejumlah 20 orang pada tahun ajaran 2023/2024 ini. Dalam penjelasannya Kaprodi Seni Kriya Junende Rahmawati, M.Sn., mengatakan bahwa survei yang dilakukan dengan tujuan untuk penerapan mata kuliah pengolahan bahan program studi kriya semester pertama. “Mahasiswa diharapkan dapat melihat secara langsung proses pengolahan bahan kulit sampai jadi kulit perkamen sehingga kulit siap digunakan untuk pembuatan (penatahan-red) wayang kulit,” jelasnya.
Idealnya untuk kualitas kulit sebagai bahan mentah pembuatan wayang kulit yang terbaik adalah menggunakan kulit hewan kerbau, namun jika sampai pada waktu yang ditentukan untuk praktek para mahasiswa, sementara menggunakan kulit sapi.
“Untuk kunjungan mahasiswa ke workshop pengolahan kulit, rencananya akan diagendakan pada awal perkuliahan di mulai, pada mata kuliah pengolahan bahan,” imbuh Junende, singkat.
Kegiatan ini nantinya dapat menambah wawasan para mahasiswa tentang pengetahuan bahan dasar. Sehingga selain diharapkan terampil membuat wayang kulit, mahasiswa juga memahami bahan dasar yang dipergunakan. Hal ini tentunya dapat menunjang kualitas mereka sebagai penatah sungging wayang kulit nantinya.
Rochmad AKN