KULONPROGO - Berangkat dari kesadaran bahwa tantangan yang dihadapi sebagai perguruan tinggi vokasi seni dan budaya semakin kompleks, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) melaksanakan kegiatan Penyusunan Strategi Penguatan Sumber Daya Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta Tahun 2026 di Kulonprogo, Kamis-Jumat (20-21/8/2026). Penguatan SDM ini melibatkan dosen, instruktur, tendik, kemudian tenaga keamanan, tenaga kebersihan. Sebagai narasumber Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., selaku Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Hadir pada kegiatan ini Direktur AKNSBY Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, S.Hum. Wakil Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Drs. Kartiman, M.Sn. dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo.Sutarman, S.STP., M.Eng., para Koordinator Program Studi, Dosen, Instruktur, Tenaga Kependidikan serta tenaga pendukung operasional dari AKNSBY.
Ari Dwi Rahmawati,M.Pd., selaku Ketua Panitia Kegiatan menyebutkan, AKNSBY memiliki posisi yang sangat khas. Di satu sisi, memiliki tanggung jawab untuk menjaga, mengembangkan dan mewariskan seni serta budaya, khususnya budaya Yogyakarta. Namun di sisi lain, sebagai institusi pendidikan tinggi, juga dituntut untuk terus bergerak, beradaptasi, meningkatkan mutu, memperkuat tata kelola, serta merespons perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. “Karena itu, kekuatan AKNSBY ke depan tidak mungkin hanya bertumpu pada sarana prasarana ataupun kurikulum yang baik. Kekuatan utama institusi tetap berada pada manusia-manusia yang ada di dalamnya. Mulai dari pimpinan, dosen, instruktur, tenaga kependidikan, sampai dengan seluruh tenaga pendukung, semuanya mempunyai peran dalam menentukan seperti apa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta beberapa tahun ke depan,” papar Ari.
“Atas dasar pemikiran tersebut, kegiatan ini kita selenggarakan bukan sekadar untuk berkumpul di luar kampus dan bukan pula sekadar untuk menjalankan sebuah program kerja. Yang lebih penting, kegiatan ini kita harapkan menjadi ruang bersama untuk melihat kondisi AKNSBY secara lebih objektif, berbicara secara terbuka mengenai tantangan yang kita hadapi, sekaligus menyusun langkah-langkah yang realistis untuk memperkuat institusi,” urainya.
Secara khusus, kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan. Pertama, ingin mengidentifikasi dan memetakan kapasitas serta kapabilitas sumber daya yang dimiliki AKNSBY saat ini. Kedua, ingin bersama-sama menganalisis tantangan, hambatan sekaligus peluang dalam pengelolaan sumber daya manusia, akademik, maupun fasilitas pendukung. Ketiga, berharap dapat mulai merumuskan strategi dan rencana aksi penguatan sumber daya yang aplikatif, terukur dan dapat dilaksanakan.
“Dan yang tidak kalah penting, kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat komunikasi, kolaborasi dan rasa memiliki terhadap institusi di antara seluruh unsur yang ada di AKNSBY,” tegas Ari. “Sebab sebaik apapun sebuah strategi disusun, pada akhirnya strategi tersebut hanya akan berhasil apabila kita memiliki komitmen untuk menjalankannya bersama-sama,” tutupnya. (Humas-AKNSenBud)