Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta menggelar Dramatari Wayang Wong dengan cerita Burisrawa Rangket selama dua hari yaitu Sabtu, 30/9 dan Minggu 1/10 dengan mengambil cerita Burisrawa Rangket di Pendopo Bangsal Srimanganti, Jl. Rotowijayan No 1, Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta. Pagelaran ini merupakan hasil kerjasama dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pagelaran ini menampilkan mahasiswa Prodi Seni Karawitan sebagai pengiring musik dan Prodi Seni Tari sebagai pemeran tokoh-tokoh dalam cerita. Dengan hadirnya pagelaran tersebut, para pengunjung Keraton Ngayogyakarta dapat menyaksikan dramatari tersebut sebagai bagian paket wisata Keraton Ngayogyakarta selain juga mereka menikmati bangunan pusat budaya yang ada.
Seperti yang diceritakan Kanjeng Mas Tumenggung KMT Suryo Waseso perwakilan Kraton Yogyakarta bidang artistik, tari, karawitan dan seluruh pergelaran budaya Jawa yang ada di Keraton yogyakarta, bahwa dalam pementasan tersebut meceritakan Burisrawa yang memendam rasa cinta terhadap perempuan cantik nan lembut bernama Wara Sembadra, “Cerita ini diambil paling mudah untuk dipelajari, karena yang tampil kali ini masih mahasiswa baru semua, walaupun mereka banyak yang belum pernah tampil menari di kraton tetapi penampilan kali ini sudah bagus,” kata Kanjeng Mas Tumenggung KMT Suryo Waseso.
Bila penampilan pada acara-acara resmi kraton pementasannya akan lebih selektif dan ketat, Semoga pementasan ini sebagai ajang pembelajaran sekaligus sebagai persiapan pementasan yang lebih besar. Drama tari wayang wong ini merupakan salah satu warisan budaya dari kraton yang bisa disebar luaskan dan di pelajari oleh masyarakat. “Dari Keraton Yogyakarta sendiri setiap tahun juga mengadakan workshop wayang wong di kabupaten dan kota yang ada di wilayah DIY, untuk menjaga dan melestarikan wayang wong gaya Yogykarta tetap eksis,” terang Abdi dalem Keraton yang juga dosen seni tari tersebut. Minggu, 10/1.
Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Dr. Supadma, M.Hum. juga menyampaikan bahwasanya untuk bisa menguasai ilmu seni dan budaya Jawa khususnya seni tari dan seni karawitan sudah sangat tepat belajarnya langsung pada sumbernya ilmu yaitu di pusat seni budaya Jawa, yakni Keraton Yogyakarta. “Karena pusatnya ilmu Jawa, ya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Maka sudah tepat untuk pembelajaran adat istiadat khususnya seni budaya Jawa ya di sini,” jelasnya.
Suksesnya kegiatan mahasiswa di luar kampus ini tentunya berkat dukungan kraton sebagai DUDI-nya kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta. Pada pagelaran besar yang ditonton langsung oleh pengunjung kraton, baik turis asing maupun wisatawan domistik merupakan program AKN Senbud Yk sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi yang menempatkan porsi pembelajaran 70 persen praktek dan 30 persen teori.
Rochmad AKN