Dosen Prodi Seni Tari AKN Senbud Yk Isi Workshop Olah Rasa Di Jogja National Museum
Dosen Prodi Seni Tari AKN Senbud Yk Isi Workshop Olah Rasa Di Jogja National Museum
Oleh : Admin • 29 Oktober 2023 • 280 Views

Kota Yogyakarta, aknyogya.ac.id. – Dosen Prodi Seni Tari Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, Galih Puspita Karti, S.Sn., M.Sn. pada Sabtu Malam, 28/10 mengisi acara Workshop Olah Rasa yang berlangsung di Jogja National Museum, Jl. Prof. Dr. Amri Yahya No. 1 Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Diikuti oleh 13 peserta, dimana empat orang peserta adalah mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sedangkan lainnya adalah masyarakat umum, acara ini dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlangsung selama satu jam. Dalam acara ini melibatkan komunitas pemusik Swara Prana yang turut memberikan musik-musik ilustrasi yang sifatnya mendukung terciptanya rasa yang menjadi tujuan utama. Acara ini juga dapat terselenggara berkat dukungan dari komunitas Ukir Cerita yang memberikan ruang di Jogja National Museum.

Materi workshop adalah Nariraos. Kepada aknyogya.ac.id Galih Puspita Karti, S.Sn., M.Sn. yang juga inisiator Nariraos menyampaikan bahwa Nariraos adalah sebuah olah rasa yang divisualkan oleh media gerak tubuh. Ide karya ini muncul di akhir tahun 2017 dan berkembang hingga sekarang. Hal utama dalam Nariraos adalah inner atau rasa. Para peserta yang datang membawa segala cerita dan perasaan untuk diungkapkan. Nantinya hal ini akan diluapkan melalui gerak tubuh pada waktu dan ruang yang sama, yaitu dalam Nariraos. Gerakan yang ada dalam Nariraos tidak diatur seperti halnya tarian pada umumnya yang ada hitungannya satu sampai delapan.

“Karena yang terpenting bagaimana teman-teman yang datang bisa meluapkan emosinya melalui gerak tubuhnya. Jadi masing-masing orang memiliki gerakannya sendiri-sendiri. Katakanlah si A hanya duduk diam dan hanya menggerakkan jarinya saja selama setengah jam, itu tidak masalah. Karena apa yang digerakkan oleh jarinya itu mempunyai makna yang dalam bagi pelakunya tersebut,” jelas dosen tari yang mengajar beberapa mata kuliah seperti garap koreografi, olah wiraga wirasa wirama, sejarah tari dan tata rias busana di AKN Seni Budaya Yogyakarta.

“Jika tari pada umumnya yang terpenting dan utama adalah bentuk ketubuhan lalu diiringi oleh rasa yang diikuti, maka pada Nariraos adalah sebaliknya dimana rasa dahulu yang diutamakan, lalu dari rasa itulah muncul gerak. Jadi Nariraos ini sebenarnya bukanlah pertunjukan, karena gerakan yang ada bukan untuk memanjakan mata penonton tetapi hanya untuk diri sendiri. Sehingga kemampuan dan teknik penari dalam Nari Raos bukanlah yang nomor satu karena yang diutamakan adalah rasa,” lanjutnya.

Salah seorang peserta workshop, Shilvi menyatakan bahwa Workshop Nariraos memberi pelajaran yang sangat mendasar dan dalam karena kita belajar untuk hening dan lebih merasakan gerakan “ruh” yang berasal dari dalam diri. “Kalau kita pada saat berlatih Nariraos mau melepaskan ego, berani untuk jujur begerak mengikuti gerakan ruh dalam kesadaran maka kita akan dapat lepas tanpa perlu memaknai dan merasakan keselarasan jiwa dengan semestanya,”  ungkap Shilvi, mahasiswa Prodi Seni Tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.

Tagline dari Nariraos adalah media ungkap tanpa ucap. Dengan adanya Nariraos diharapkan bisa menjadi wadah untuk semua teman-teman tidak hanya para seniman yang ingin berkeluh kesah tapi tidak punya teman cerita. Maka mereka bisa meluapkan semuanya melalui gerak tubuh. Mereka bisa memanfaatkan berbagai elemen seperti tanah, air, udara, batu dan lainnya sebagai teman cerita.

Nariraos, dilihat dari disiplin ilmunya lebih dekat pada psikologi. Jadi bagaiman hubungan tari dengan kondisi psikologi pelakunya dapat berjalan dengan selaras. Dimana ke depannya akan dikembangkan ke arah dance healing. Namun menurut Galih hal itu masih membutuhkan waktu untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut, sehingga saat ini Nariraos baru disebut dengan “Olah Rasa”.

 

Rochmad AKN

 

 

 

 

 

                                                                                                                    

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran