Bantul, aknyogya.ac.id – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta mendapat kunjungan dari pegiat seni dan budaya Jawa yang ada di Belanda. Senin, 20/11. Orlando Parmin Kromo Pawiro pria kelahiran Suriname yang saat ini menetap di negara Belanda sejak usia 9 tahun, membawa timnya melakukan kunjungan untuk mempelajari seni dan budaya Jawa di Yogyakarta melalui AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.
Pria yang juga menekuni usaha properti tersebut sangat tertarik dengan seni dan budaya Jawa dan menaruh minat yang tinggi untuk membangun jejaringnya guna melestarikan kesenian dan kebudayaan Jawa di negara Belanda. Ia juga menjalin komunikasi yang baik melalui media sosial dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah dan juga warga Belanda yang bergabung dalam komunitas pecinta seni budaya Jawa. “Nang negoro londho (Belanda-red) kono aku wis sue mikirke babagan nglumpuke wong-wong sek ijih seneng nguri-uri kabudayan lan kesenian Jawa, saknyatane yo okeh sek ijih tresno karo kabudayan Jawa, eng antawise yo iku karawitan, tari, wayang wong lan wayang kulit, ” ujar Harjo Prayitno (nama lain Orlando), dengan bahasa Jawanya yang fasih.
“Kekarepan lan kekajengan kulo, lare- lare sing tasih belajar kabudayan wonteng negari landhi (Belanda-red), saget sowan teng mriki, saget mresani tarian, karawitan lan pewayangan amprih nambahi pengalaman. Tahun ngajeng Kulo ndamel proyek kulo sak rombongan kaleh minggu lamine, wong telung puluh paribasane sowan teng kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta mriki, melu nabuh- nabuh, melu nyabet nyabetke wayang lan ajar ngomong jawa,” jelas Orlando, singkat.
Koordinator Prodi Seni Karawitan, Bayu Purnama, M.Sn., saat menerima Orlando, Marta dan Manik rombongan pegiat kesenian dan kabudayan Jawa asal Belanda, mengungkapkan bahwasanya para tamu ini merupakan warga negara Belanda yang lahir di Suriname sebagai keturunan Jawa yang ketiga, rencananya di tahun 2024 bapak Orlando kalau bisa membawa beberapa anak didiknya berkunjung ke Jawa, utamanya akan dibawa ke kampus AKN Senbud Yk. Di sini akan belajar teknik nabuh yang baik dan mengembangkan teknik-teknik gending, tabuhan pada pusatnya seni dan budaya Jawa.
“Kedatangan ke kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta ini salah satunya mencari sumber keilmuan dari babonnya (pusatnya- red), karawitan, wayang kulit dan tari asli Jawa itu seperti apa? Namun saat ini yang ia tekankan mencari teknik gending dan sejarahnya utamanya karawitan dan gamelan,” tutur Bayu Purnama, M.Sn.
Ari Dwi Rahmawati, M.Pd. Kepala Pusat, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjamin Mutu P3MPM AKN Seni dan Budaya Yogyakarta kepada aknyogya.ac.id menjelaskan bahwa AKN Senbud Yk menyambut dengan baik kedatangan rombongan pegiat seni budaya Jawa asal belanda, ke depan dalam waktu dekat akan segera disiapkan konsep kegiatannya seperti apa, dan juga akan disiapkan perjanjian kerjasama untuk legalitas kegiatan. “Meski merupakan keturunan Jawa k tiga asal Suriname dimana leluhurnya masih sama dengan kita sebagai orang Jawa yang tinggal di Indonesia, bedanya mereka saat ini berdomisili di negara Belanda kita sangat support karena ini juga untuk dalam rangka pelestarian dan pemajuan seni dan budaya Jawa khususnya Yogyakarta,” jelas Ari Dwi, singkat.
Di akhir pembicaraannya Orlando berharap anak-anak muda yang ada di Belanda bisa berkuliah di AKN Senbud Yk, supaya kemampuan mereka dalam berkesenian terutama karawitan kemudian tari dan juga tentang wayang mereka akan lebih memperdalam dan juga akan lebih bisa menularkan kepada teman-temannya di Belanda sana terkait dengan seni budaya Jawa dan Indonesia.
Harapan ke depan tidak terputus jalinan silaturahim bahkan bisa terjalin kontak yang lebih banyak lagi dengan instansi dan kelompok yang memiliki kesamaan visi yaitu melestarikan kabudayan dan kesenian Jawa di Indonesia.
Rochmad AKN