Singapura, aknyogya.ac.id –Prestasi Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta sebagai perguruan tinggi negeri vokasi khusus seni dan budaya patut diperhitungkan, pasalnya salah satu mahasiswanya dari Prodi Kriya Kulit mendapat undangan dari Singapore Art Week untuk memamerkan hasil karya seninya dalam bentuk karya video mapping yang berjudul Temple of Love.
Karya tersebut merupakan karya kolaborasi antara Jatmiko mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dengan Arahmalani (perupa kontemporer) dan Milosh Luczyny (Prancis), yang dipamerkan di National Gallery Singapore St, Andrew’s Road #01-01 Singapore berlangsung dari hari Jumat, 19/1 hingga Minggu 28/1.
Jatmiko, dalam wawancaranya melalui sambungan telekomunikasi mengatakan bahwasanya di pemerintah Singapore sendiri setiap bulan Januari sudah memiliki agenda rutin pameran seni budaya Internasional. Keterlibatan dirinya dalam pameran tersebut atas undangan dari panitia penyelenggara pameran karya seni Singapore Art Week. “Saya sebagai seniman dan juga sebagai mahasiswa AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sangat bangga bisa menampilkan karya gabungan saya pada pameran kelas Internasional dan bisa bertemu bersama-sama dengan para seniman dunia,” jelas Miko, sapaan akrabnya.
“Tentu menjadi kebanggaan tersendiri, dalam event tersebut saya diberi kesempatan bertemu dan berbincang-bincang dengan Bapak Edwin Tong Menteri Kebudayaan dan Pemuda Pemerintah Singapore, dan dalam perbincangan kami salah satunya membicarakan kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta serta wayang kulit Punokawan yang saya bawa dari Yogyakarta,” terang mahasiswa Prodi Kriya kulit, kepada media aknyogya.ac.id.
Di tempat yang berbeda saat dimintai tanggapannya di ruang kerjannya Koordinator Program Studi Seni Kriya Kulit Junende Rahmawati, S.Sn., M.Sn., mengatakan bahwa ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta terutama Prodi Seni Kriya Kulit atas prestasi mahasiswanya bisa tampil menembus event kelas dunia dengan membawa misi memperkenalkan kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, karya seni dan budayanya di kancah Internasional, “Ada beberapa jenis wayang kulit yang ia bawa dan merupakan hasil karya studinya, salah satunya wayang kulit punokawan dan wayang kancil versi saudara Miko sendiri,” Jelas Kaprodi Kriya Kulit, singkat.
Rochmad-AKN