Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Sanggar Tari Yoso Budaya merupakan sanggar tari asuhan alumni seni tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta yang saat ini menempati Omah Wayang di Jl. Langenastran Kidul, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta sebagai pusat pembelajaran menari. Seperti yang di ceritakan Karni, S.E., salah satu pengelola sanggar di temui tim media aknyogya.ac.id. Minggu, 25/2.
Saat melakukan uji kompetisi pada anak didiknya, Karni menyampaikan bahwa, sejak lulus dari kuliah di AKN Senbud Yk ia langsung aktif dalam pengelolaan sanggar tari bersama dengan teman seangkatanya yang di bantu suaminya. “Hal yang kami inginkan adalah menjadikan anak-anak sebagai penerus untuk tetap melestarikan seni budayanya sendiri dan anak-anak ke depan bisa membanggakan budaya Nusantara, khsusnya seni dan budaya Yogyakarta”, terangnya, singkat.
“Masyarakat saat ini sangat antusias dengan adanya sanggar yang mengajarkan tari, karawitan dan sanggar lainnya, kita butuh dukungan pemerintah baik moril ataupun dukungan penyemangat lainnya. Karena tanpa dukungan baik pemerintah ataupun masyarakat yang kurang antusias, pelestarian dan pemajuan budaya akan mandeg. Saya berharap semua saling bahu membahu”, tambah R. Santowati, di sela- sela sebagai Juri dalam uji kompetisi menari
Siswi SDN Ungaran Kota Yogyakarta Kinaryosi Alisia Putri juga merupakan salah satu murid Sanggar Yoso Budaya mengungkapkan kegembiraannya sesaat setelah selesai melakukan uji kompetisi dengan membawakan tarian Batok, “Seneng dengan menari sejak PAUD, sejak masuk sanggar ini saya sukanya menari tari Batok”, ungkap Kincit, sapaan akrab anak usia 7 tahun ini.
Rochmad-AKN