Kulonprogo, aknyogya.ac.id – Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta menugaskan ketiga anggota tim penelitinya yakni Rais Faisal Akhyar, M.Eng., Ari Dwi Rahmawati, M.Pd.,dan Diah Widuri, S.E., M.M pada Forum Group Discussion dengan agenda Penyusunan Peta Jalan Pengembangan Provinsi DIY yang terselenggra di Ruang Meeting Hotel UNY Wates, Jl. Mandung, Serut, Wates, Kulon Progo. Kamis, 29/2. Pukul 09.00 – 16.00 WIB.
Tim Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi yang terdiri dari Sekolah Vokasi UGM, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dan Fakultas Vokasi UNY menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) dan konsultasi panel expert dalam rangka Pelaksanaan Program Kemitraan Ekosistem di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema Penyusunan Peta Jalan Inovasi Pengembangan Provinsi DIY.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya berupa Seminar dan dua kali FGD, yaitu pada 21 November 2023 di Sekolah Vokasi UGM dan 18 Januari di AKN Seni dan Budaya Yogyakarta. Pada kegiatan terakhir telah berhasil mengkonfirmasi analisis foresight untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah di Yogyakarta bersama dengan para narasumber.
Dengan tetap melibatkan para pemangku kepentingan penguatan ekosistem kemitraan vokasi, kegiatan ini bertujuan untuk menyusun skenario untuk penguatan ekosistem kemitraan untuk menyusun workforce planning dan innovation planning di DIY, mendiskusikan peta jalan riset pengembangan inovasi daerah yang selaras dengan potensi dan keunggulan daerah serta mendiskusikan atas skenario yang dibuat oleh tim konsorsium tentang pengembangan produktivitas, inovasi dan pembentukan pekerja tangguh dalam rangka penyusunan workforce planning.
Diharapkan para ahli/panel expert sebagai narasumber dapat memberikan materi terkait data inovasi daerah/DUDI yang sudah dan akan dilakukan, rencana riset pengembangan daerah/DUDI, rencana kerja implementasi klaster inovasi daerah, dan usulan ragam inovasi sebagai solusi upaya pengembangan sektor unggulan daerah.
Kegiatan ini mengundang 17 narasumber yang berasal dari Tim Mitras Dudi, Kadin DIY, Bapeda DIY dan daerah kabupaten/kota, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, BBPPMPV Seni dan Budaya, Disnakertrans DIY dan daerah kabupaten/kota, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, dan Nalar Institute.
Sebanyak 25 peserta dari tim konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi yang terdiri dari Sekolah Vokasi UGM, Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta dan Fakultas Vokasi UNY, mengikuti FGD ini.
“Seluruh undangan sangat antusias memberikan kontribusi dalam jalannya diskusi. Masing-masing Bapeda dan Disnaker tiap kabupaten kota memberikan gambaran kondisi riil di daerahnya. Hal itu sangat membantu tim untuk menjadi bahan dalam perumusan scenario planning DIY”, ujar Ari Dwi Rahmawati.
Rochmad AKN