Pantau Stamina Mahasiswa, Prodi Karawitan Adakan Pemeriksaan Kesehatan
Pantau Stamina Mahasiswa, Prodi Karawitan Adakan Pemeriksaan Kesehatan
Oleh : Admin • 28 Mei 2024 • 261 Views

Bantul, aknyogya.ac.id – Kesehatan bagi siapapun, adalah kebutuhan dasar yang sangat penting. Tak terkecuali bagi para seniman. Khususnya bagi para wiyaga (penabuh-red) gamelan dibutuhkan stamina tubuh yang selalu prima dikarenakan seringkali melalukan pementasan pada malam hari. Untuk itu diperlukan suatu upaya demi menjaga kesehatan agar senantiasa terkontrol.

Seperti yang dilakukan oleh Prodi Seni Karawitan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta, pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024 dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sejumlah mahasiswa Prodi Seni Karawitan bersamaan dengan gladi bersih menjelang penampilan pagelaran Festival 24 jam menabuh. Pemeriksaan dilaksanakan di Studio Mini Teater AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.

Awal dari kegiatan periksa kesehatan itu atas inisiasi seorang mahasiswi Stikes Panti Rapih Yogyakarta yang sedang melakukan penugasan penelitian laboratorium metodologi yang dilakukan terhadap seniman karawitan yang dalam kesehariannya beraktifitas dimalam hari. “Mulanya saya bingung ingin mengambil topik apa untuk penugasan ini, setelah melakukan konsultasi beberapa kali dengan dosen pembimbing dan kebetulan saya juga bertanya dengan salah satu intruktur karawitan yang juga praktisi seniman karawitan,” terang Ocha mahasiswi Stikes Panti Rapih.

“Akhirya saya ingin mencoba melihat apakan ada fenomena terkait kejadian hipertensi pada mahasiswa kesenian, untuk itu saya mencoba studi pendahuluan di kampus AKN Senbud Yk ini,” imbuhya.

Kaprodi Seni Karawitan Bayu Purnama, M.Sn. menyambut baik pemeriksaan kesehatan tersebut yang juga menjadi bagian dari program peneletian mahasiswi Stikes Panti Rapih Yogyakarta tersebut. Ia menambahkan bahwa sangat mungkin bagi seniman penabuh gamelan itu rentan terhadap penyakit hipertensi. Hal ini bisa jadi dikarenakan seniman karawitan seringkali beraktifitasnya semalam suntuk, pola makan tidak teratur, merokok dan kurangnya asupan minuman air mineral serta kurangnya istirahat terutama tidur malam.

“Ini baru sebatas penelitian yang akan diuji, apakah fenomena hipertensi atau tekanan darah tinggi itu memang sangat berkaitan dengan pola aktifitas para seniman pengrawit atau tidak. Tetapi saya lihat hanya pengrawit yang sepuh-sepuh saja, kalau seniman muda hingga saat ini masih biasa-basa saja,” tuur Bayu Purnama, M,Sn.

 

 

Rochmad AKN

 

 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran