Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta kembali mementaskan para mahasiswanya pada pertunjukan Dramatari Wayang Topeng Panji Jayakusuma di Pendopo Timur Komplek Museum Sonobudoyo, Jl. Pangarukan, Ngupasan, Gondomanan,Yogyakarta, Sabtu malam, 25/5.
Pertunjukan Dramatari Wayang Wong yang diperankan oleh mahasiswa seni tari yang diiringi oleh mahasiswa seni karawitan angkatan X tersebut melakuakan pementasan secara rutin setiap tiga minggu sekali.
Dimana Panji Asmarabangun merupakan jelmaan dari Raden Panji Jayakusuma yang mendapat tugas suci dari kerajaan Jenggala Manik, untuk menghalau musuh yang membuat onar dan membuat kekacauan peperangan. Kala itu kerajaan yang terletak di daerah Kediri diserang oleh dua satria yakni Jaya Asmara dan Jaya Lengkara. Singkat cerita Raden Panji Jayakusuma berhasil mengalahkan dua satria tersebut, dan pada akhirnya dua satria tersebut berubah wujud menjadi Dewi Sekartaji dan Dewi Ragil Kuning. Pada akhir ceritanya kerajaan Jengala Manik kembali seperti sedia kala dengan keadaan menjadi tentram.
Demikian synopsis ceritera wayang topeng panji dan pada pementasan kali ini hadir pula Prof. Sumandya Hadi, maestro tari yang juga dosen seni tari. Hadir pula Sumantho, S.Sn salah satu dosen karawitan tampil sebagai dalang dalam alur ceritera dramatari tersebut.
Lebih lanjut Kordinator Program Studi Seni Karawitan Bayu Purnama, M.Sn., kepada aknyogya.ac.id mengungkapkan bahwa, dalam minggu-minggu terakhir ini agenda mahasiswa sangat padat. Baru selesai tiga hari yang lalu melakukan pementasan karawitan di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta dalam rangka 24 Jam Menabuh, “Tiga hari yang lalu tampil pada 24 jam menabuh rangkaian Dies Natalis ISI Yogyakarta, dan hari ini tampil rutinan di Museum Sonobudoyo, selanjutanya persiapan pentas pada laporan akhir studi di Pekan Kesenian Bali,” jelasnya, seusai pementasan.
“Saya mengerti mereka para mahasiswa kelelahan, tetapi saya yakin mereka bisa mengatur waktu seiring padatnya pementasan,” pungkas Bayu.