Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Dalam rangka mendekatkan kembali seni budaya Jawa pada anak-anak, Program Studi Seni Kriya Kulit Kampus AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dan Komunitas Wayang Merdeka bekerja sama menyelenggarakan Workshop Mewarnai Gambar Wayang dan Pementasan Dalang Cilik, Minggu, 9/6 di Kebon Jati, Jotawang, Wirosaban,Yogyakarta.
Miko, pegiat seni dari Komunitas Wayang Merdeka mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian persiapan pementasan Biennale Anak yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus mendatang, “Peserta workshop selain diikuti oleh anak-anak tingkat Sekolah Dasar, tampak juga seniman komunitas Jotawang Art dan sejumlah mahasiswa seni lainya. Bahkan dari peserta juga terlihat salah seorang mahasiswa asal Thailand,” terangnya.
Sekar Noviantirta mahasiswi Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta saat dihubungi tim media aknyogya.ac.id mengatakan bahwa, workshop ini sudah berjalan sekitar tujuh bulan dan di Kebon Jati, Jotawang ini merupakan titik lokasi yang ke tujuh tersenggaranya pelatihan dan pengenalan seni wayang kulit. “Kerjasama yang sudah berjalan ini menurut saya sangat bagus dan perlu dipertahankan, mengingat dari teman-teman Wayang Merdeka dan Prodi Kriya memiliki misi yang sama, yaitu melestarikan budaya Yogyakarta khususnya wayang kulit”, katanya, disela-sela kegiatan workshop.
“Yang mana komunitas Wayang Merdeka mengenalkan wayang sejak dini kepada anak-anak dan anak tersebut ketika beranjak dewasa nantinya pada fase melanjutkan pendidikan tinggi, bisa melanjutkan pada kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta agar ilmu yang sejak dini tertanam terus terawat dan menamba skill yang mahir dalam hal seni dan budaya,” imbuh, Novi mahasiswi Angkatan X.
Kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi generasi muda dan juga seniman-seniman muda wayang kulit, di samping lestarinya seni dan budaya warisan nenek moyang kita, juga membendung datangnya budaya asing yang kian masiv.
Dalam kegiatan ini juga tampil seorang dalang cilik yang menghibur para peserta workshop dengan pertunjukkan wayangnya. Hal ini tentunya selain sangat menghibur, juga dapat menginspirasi orang-orang yang menyaksikannya, terutama anak-anak. “Dengan tampilnya Rajendra seorang dalang cilik pada event tersebut, turut memantik minat anak-anak untuk berkesenian khususnya wayang kulit dan sebagai kader pelestari seni budaya jawa,” terang Junende Rahmawati, M.Sn., Dosen Kriya, di ruang kerjanya. Rabu,12/6.
Rochmad- AKN