Yogyakarta - Tim kolaboratif lintas program studi AKN Seni dan Budaya Yogyakarta meraih prestasi lolos sebagai penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (BIMA) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara.
Tim ini diketuai oleh Galih Puspita Karti, M.Sn. (Seni Tari), dengan anggota Damar Kasyiyadi, M.Pd. (Seni Tari), Titik Samiarsih, M.Sn. (Seni Karawitan) dan Ima Novilasari, M.Sn. (Kriya Kulit). Mereka mengusung judul inovasi "Kolaborasi Seni Inovatif sebagai Penguat Identitas dan Penunjang Keberlanjutan Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan".
Menurut Galih, program ini menyasar Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan di Bantul. "Meski dikenal sebagai sentra jamu, desa tersebut selama ini masih bergantung pada seniman luar untuk menyambut tamu, yang dianggap mengurangi nilai otentisitas desa," terang Galih.
Galih menguraikan, poin utama inovasi di Desa Kiringan meliputi Seni Tari berupa penciptaan karya tari inovatif yang bertemakan aktivitas jamu gendong. Ada juga Seni Karawitan yang menyasar pelatihan intensif dan revitalisasi aset gamelan desa yang selama ini belum optimal. Sedangkan untuk Seni Kriya membidik pembuatan souvenir kriya berbasis kulit sebagai alternatif produk non-kuliner.
"Keberhasilan ini membuktikan komitmen AKN Seni dan Budaya Yogyakarta dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi ekonomi kreatif di wilayah DIY," pungkas Galih. (Humas-AKNSenBud)