Semarak Hari Tari Dunia 2026: AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Rayakan Filosofi
Semarak Hari Tari Dunia 2026: AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Rayakan Filosofi "MBEKSA"
Oleh : Admin • 07 Mei 2026 • 73 Views

YOGYAKARTA – Pendopo Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta menjadi saksi dari kemeriahan perayaan Hari Tari Dunia pada Minggu, 26 April 2026. Acara ini melibatkan ratusan pegiat seni, mulai dari mahasiswa, alumni, siswa SMKI, Hima Seta UNY, hingga seniman dari berbagai sanggar tari dari wilayah Yogyakarta bahkan dari luar daerah Yogyakarta. Kehadiran para seniman lintas generasi ini menegaskan bahwa seni tari tetap menjadi benang merah yang kuat dalam menjaga identitas budaya di tengah arus zaman.

Perayaan tahun ini mengusung tema "MBEKSA", sebuah akronim dari Mbabar Budaya Endah Kinarya Sumunar Ing Angkasa. Tema ini membawa pesan mendalam bahwa menari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah refleksi jiwa dan identitas yang memancarkan keindahan budaya hingga ke angkasa. Melalui tema ini, setiap gerak yang tercipta diharapkan mampu menjadi nafas inspirasi bagi setiap langkah kreatif dan edukatif di masa depan.

Rangkaian acara dimulai sejak siang hingga sore hari dengan suasana yang meriah melalui penampilan Jathilan dari grup Putra Barong Budaya. Energi dari seni kerakyatan ini berhasil menarik antusiasme penonton sebelum beralih ke acara inti pada malam puncak. Penampilan seni kerakyatan ini menjadi simbol bahwa tari adalah milik semua lapisan masyarakat. Suasana yang semula riuh kemudian berubah menjadi lebih khidmat saat panggung utama mulai menampilkan kemegahan Tari Klasik gaya Yogyakarta serta gaya Puro Pakualaman. Keanggunan gerak tradisional tersebut bersanding harmonis dengan penampilan tari kontemporer yang memberikan sentuhan inovasi, menciptakan sebuah dialog seni yang utuh antara tradisi dan modernitas.

"Untuk Hari Tari Dunia tahun ini ada hal yang lebih menarik karena AKN Seni dan Budaya Yogyakarta bisa bekerja sama dengan kelompok-kelompok seni. Selain mendatangkan kelompok seni dari luar Yogya, kita juga menggandeng kelompok seni dari 4 kabupaten 1 kota yang ada di Yogyakarta" ujar Wisnu selaku ketua penyelenggara.

Dengan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan seperti SMKI, UNY hingga sanggar-sanggar seni lintas wilayah, acara ini sukses mempertegas posisi Yogyakarta sebagai pusat pelestarian sekaligus pengembangan seni tari di Indonesia.

“Dan mendapatkan tanggapan posfitif dari penonton, bahkan mereka larut dalam pertunjukkan hingga selesai” imbuhnya.

Perayaan ini ditutup dengan apresiasi meriah dari para penonton, menandai bahwa seni tari akan terus "sumunar" (bersinar). (Humas-AKN SenBud)

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran