TEMANGGUNG – Hawa dingin di kawasan Rest Area Kledhung Pass menjadi saksi perpaduan apik antara kreativitas mahasiswa dan dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Temanggung pada Sabtu, 02 Mei 2026. Keterlibatan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada Masyarakat dengan berpartisipasi aktif dalam ritual budaya Nyadran atau Ruwatan Bumi Pala. Pertunjukan ini hadir bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebuah perenungan mendalam tentang hubungan manusia dengan lingkungannya.
Pementasan ini dibingkai dalam satu kesatuan konsep bertajuk “Harmoni Alam Kiblat Papat Lima Pancer.” Melalui tema ini, para penggiat seni mencoba menerjemahkan keseimbangan antara unsur air, bumi, udara, dan api, dengan menempatkan manusia sebagai poros penyeimbang di tengah-tengah kekuatan alam tersebut.
Suara gamelan gendhing Karawitan Kidung Pawitra Suci yang mengalun di tengah udara dingin perbatasan Temanggung-Wonosobo ini menghadirkan suasana tenang, memberikan ruang bagi penonton untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk rutinitas.
Berdampingan dengan lantunan musik, pengunjung juga dapat melihat langsung Pameran Wayang Kulit & Kulitan Tari Gagrak Yogyakarta. Koleksi yang dipamerkan memperlihatkan kemahiran teknik tatah sungging khas Yogyakarta yang sangat detail. Setiap goresan dan pahatan pada kulit wayang menjadi bukti nyata bagaimana ketelitian tradisi tetap dijaga kekuatannya hingga saat ini.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari narasi utama, tampil Tarian Bedhaya dan Beksan Tirta Kamulyan. Melalui gerak yang halus dan penuh penghayatan, para penari membawakan pesan tentang pentingnya air sebagai sumber kemuliaan hidup. Penampilan ini mengajak penonton untuk kembali menghargai elemen-elemen dasar yang menghidupi manusia di bumi.
Keberhasilan acara ini tidak hanya terlihat dari kelancaran teknis, tetapi juga dari sambutan hangat masyarakat serta dukungan dari pemerintah setempat. Wakil Direktur AKN Seni dan Budaya Yogyakarta menyampaikan rasa syukur dan optimismenya atas pencapaian kolaborasi ini.
“Pementasannya berjalan lancar, mendapatkan antusias luar biasa dari masyarakat dan diapresiasi langsung dari Bapak Bupati Temanggung. Pementasan ini juga saya rasa menjadi cambuk untuk ke depannya; kegiatan ini menjadi penting bagi AKN sebagai perguruan tinggi vokasi khususnya bidang seni,” ungkap beliau.
Lebih lanjut, beliau berharap momentum ini menjadi pembuka jalan untuk menjangkau lokasi-lokasi strategis lainnya. “Mudah-mudahan ke depannya bisa merambah ke wilayah lain yang strategis dalam penyebaran informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB),” tambahnya.
Pementasan kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyuarakan pesan-pesan mendalam tentang keseimbangan hidup, sekaligus menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan institusi pendidikan seni kepada publik yang lebih luas. (Humas-AKN SenBud)