Yogyakarta- Gendhing Gangsaran Roning Tawang dan Ketawang Ganjur mengawali materi di hari kedua Training Of Traineer instruktur gamelan. Antusiasme para peserta pelatihan instruktur gamelan gagrak Yogyakarta ini masih terlihat semangat dari awal materi hingga selesai penyampaian, baik yang disampaikan dari narasumber maupun instruktur.
Seperti yang diceritakan Pratiwi Wibowo, alumni Akademi Komunitas Seni Budaya Yogyakarta angkatan pertama, pelatihan instruktur semacam ini sangat bagus, menunjang bagi pelaku seni khusunya penabuh gamelan yakni untuk lebih mengenal berbagai macam jenis gamelan dan iringan tetembangan. Rabu, 20/7/2022 di pendopo Hotel Brongto, jl. Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
“Sangat bagus sekali ya, bisa membantu teman-teman untuk mengembangkan dan bisa belajar tentang seni budaya yang kaitannya dengan budaya Yogyakrta. Saya dulu masuk karena tahu instruktur dan para dosennya itu betul-betul bisa dipercaya kapabilitas dan kredibel. Harapan saya yang juga sebagai alumni terhadap kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta adalah supaya lebih dikenal secara lebih luas di masyarakat, karena selama ini masyarakat masih awam terhadap AKN Seni Budaya Yogyakarta”, ujarnya.
Masbekel Sri Kawuryan salah satu instruktur yang merupakan wakil dari Kraton Yogyakarta mengapresiasi dimana Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta melalui dinas kebudayaan DIY memfasilitasi gamelan yang kemudian diterjunkan ke masyarakat yang kali ini mengalami kendala seperti beberapa instrumen yang ada pada gamelan itu dimana masyarakat belum akrab, khususnya bedhug dan bonang panembung. Pada pelatihan kali ini gamelan gagrak Yogyakarta diperkenalkan secara lebih mendalam.
Rochmad-AKN