YOGYAKARTA - AKNSBY dalam perkembangannya saat ini telah banyak
mengalami dinamika yang positif, peningkatan signifikan dalam upaya meneguhkan sebagai lembaga budaya berbasis vokasi yang telah diraih oleh tiga prodi, yaitu kriya, tari, dan karawitan. Hal tersebut menjadi catatan penting yang disampaikan Direktur AKNSBY Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum., dalam sambutannya saat Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke-6 AKN Seni dan Budaya Yogyakarta pada Jumat (3/7/2026) di Pendapa Kampus setempat Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul. Sidang Senat kali ini bertema "Harmoni Transformasi Digital dan Budaya Nusantara Dalam Membentuk Generasi Berkarakter Bangsa."
Selain itu, Direktur juga memaparkan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi ini, AKNSBY tidak bisa mengelak lagi bahwa teknologi digital adalah sebuah kenisayaan yang harus dijawab bersama seiring dengan perkembangan dinamika pelestarian seni budaya. "Ini adalah tantangan ke depan yang akan segera kita laksanakan sebagai institusi perguruan tinggi vokasi yang mana prioritas praktek adalah 75% dan yang 25% adalah pengembangan wawasan kognitif,' tegas Direktur.
Pada kesempatan ini Direktur juga menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya kepada seluruh dosen, sivitas akademika, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja dan juga beberapa komponen dunia usaha serta dunia kerja yang selama ini telah melaksanakan kerjasama dalam peningkatan kompetensi bagi mahasiswa dan dosen yang ada di AKNSBY. Sehingga mereka banyak belajar dari bagaimana perkembangan dinamika dari kebutuhan, produksi seni budaya ke depan.
"Dan harapan kami, AKNSBY ke depan akan segera memiliki
business corner atau kita menamakan business center
yang nantinya akan mewadahi produk-produk baik itu kerajinan kria kulit
ataupun produk-produk jasa dari tari maupun karawitan," terang Kuswarsantyo. Sehingga produk-produk dari AKNSBY ke depan bisa ditawarkan dalam sebuah wadah teaching factory yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa di AKNSBY.
"Semoga dengan momentum Dies Natalis ini akan makin memperkuat komitmen kita dalam menjadikan AKNSBY sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi, seni budaya dan tempat reproduksi makna. Ini yang kami tegaskan, bahwa teman-teman AKNSBY dan dosen-dosennya telah melakukan reproduksi makna dan juga melakukan transformasi budaya untuk pengembangan nilai-nilai budaya Jogja sebagai akar untuk pengembangan ke depan," pungkas Direktur. (Humas-AKNSenBud)