YOGYAKARTA - Karawitan bukanlah sekadar seni pertunjukan. Tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi, kebersamaan, disiplin dan harmoni yang menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Bayu Purnama, S.Sn., M.Sn. selaku Kaprodi Karawitan AKNSBY di sela Workshop Karawitan bersama mahasiswa dari Belanda yang digelar AKN Seni dan Budaya Yogyakarta.
Workshop Karawitan bersama mahasiswa dari Belanda ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Seni Karawitan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Karawitan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofi, kebersamaan, disiplin dan harmoni yang menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, kami berharap terjadi proses saling belajar (mutual learning), di mana mahasiswa Belanda memperoleh pengalaman langsung memainkan gamelan serta memahami nilai-nilai budaya yang menyertainya, sementara mahasiswa kami mendapatkan wawasan lintas budaya dan pengalaman berkolaborasi dalam lingkungan internasional,” papar Bayu.
“Kami meyakini bahwa seni adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya, mempererat persahabatan antarbangsa dan membangun penghargaan terhadap keberagaman. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama akademik dan kebudayaan yang berkelanjutan antara institusi kami dengan berbagai mitra internasional,” tegasnya.
Pada workshop tersebut, Direktur AKNSBY Prof. Dr. Drs. Kuswarsantyo, M.Hum. turut pula membagikan serta berbagi pengalaman dengan tari Jatilannya. Peserta workshop juga antusias dengan seluruh materi dan praktek yang diberikan. (Humas-AKNSenBud)