Gamelan Diakui UNESCO, Krabat Kraton Dorong AKNSBY  Gelar Syukuran
Gamelan Diakui UNESCO, Krabat Kraton Dorong AKNSBY Gelar Syukuran
Oleh : Admin • 25 Juli 2022 • 182 Views

Yogyakarta-Pekerja seni atau seniman, untuk melangsungkan berkesenian jangan punya perasaan ataupun penyakit jeleh atau bosan, jadi semakin banyak pengalamannya semakin bagus. Seperti yang di ungkapkan salah satu kerabat Kraton Ngayogyakarta GBPH Prabukusumo di Pendopo Hotel Brongto, Jl Suryodiningratan,Kota Yogyakarta. Jumat,22/7.

Beliau mencontohkan salah satu dalang muda penuh bakat dan sangat melegenda, pada awal menekuni pedalangan masih biasa biasa saja. Namun, seiring tingginya jam tayang semakin hari semakin lumayan bagus. Lalu semakin padatnya jadwal tampil semakin banyak kosakata bahasa pewayangan yang variatif. Misal dialog dagelan punokawan (bagong-red) Sehingga apa yang didialogkan atau joke-joke yang saat pementasan dilontarkan.namun, untuk mengulangnya di keesokan harinya sudah lupa. Sama halnya menabuh gamelan, bila tidak dibiasakan menambung, keluwesan dalam menabuh juga kurang variatif dan kaku. Semua itu harus dibiasakan supaya lancar.

Makanya kalau penabuh cara Ngayogyakarta begitu duduk di hadapan gamelan harus tenang. Selanjutnya sopan santun dan tata krama juga harus diperhatikan. Hal itu semata- mata untuk menghargai warisan budaya adhiluhung.

Alhamdulillah, sekarang ini gamelan sudah diakui UNESCO. yang mengajukan dari  Institut Seni Indonesia Surakarta dan KPH Wiwoho Basuki. Semua persyaratan sudah selesai, dan saat ini tinggal menunggu keluarnya piagam, ini juga dari pihak pengaju dalam hal ini Institut Seni Indonesia, Surakarta sudah siap-siap menyambutnya.

“Saya berharap betul, apabila nanti piagam resmi dari pihak UNESCO sudah terbit terkait diakui gamelan sebagai warisan budaya dunia, dari Intitut Seni Indonesia Yogyakarta dan Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya Yogyakarta sebaiknya juga mengadakan syukuran sebagai wujud syukur bahwa gamelan sebagai kebanggan budaya kita sudah diakui dunia”, ujar adik Sultan Hamengku Buwono X terebut.

Perlu diketahui bersama bahwa Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan juga melakukan hibah berupa seperangkat alat gamelan gagrak Yogyakarta ke sejumlah benua baik Eropa dan Asia. Seperti Columbia, Inggris, Belgia, Australia, Jepang, Irlandia dan Finlandia. Bahkan di benua Eropa Timur selain menghibahkan gamelan juga membangun joglo yang terletak di hamparan taman bunga di ibukota Slovenia.

“Harapannya para instruktur yang sekarang ini yang akan ditugaskan melatih sanggar di desa-desa kelak berkesempatan menjadi duta wisata budaya dan melatih sanggar yang ada di Eropa, Eropa Timur dan Asia yaitu di negara-negara yang menerimah hibbah gamelan gagrak Yogyakarta," pungkasnya

Rochmad -AKN 

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran