YOGYAKARTA - Secara teknis, algoritma media sosial Instagram cara kerjanya bisa dibedah menjadi tiga pilar utama berdasarkan "sinyal" yang ditangkap. Hal itu terungkap pada sesi materi pengelolaan media sosial saat Bimbingan Teknis Tata Kelola Kerumahtanggaan dan Ketatausahaan di lingkungan AKN Seni dan Budaya Yogyakarta (AKNSBY) Tahun Anggaran 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Jalan Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (9/9/2026). Untuk materi pengelolaan media sosial tersebut disampaikan A Dhimas Anindhito.
Menurut Dhimas, tiga pilar utama itu yang pertama adalah Feed dan Stories yang tujuannya adalah menampilkan konten dari teman, keluarga dan akun yang memang kita ikuti. “Sinyal utama dari feed dan story ini adalah seberapa sering audiens berkomentar atau menyukai postingan brand kita,” terang Dhimas.
Untuk yang kedua yaitu Reels. Penggunaan Reels biasanya fokus pada hiburan dan discovery yang memiliki algoritma paling agresif untuk akun non-followers. Reels tersebut sinyal utamanya adalah video apa yang baru saja ditonton audiens sampai habis serta apakah mereka menggunakan audio yang sama pada Reels yang dipostingnya. Sedangkan untuk yang ketiga adalah Explore dengan fokus pada rekomendasi. Explore ini adalah "etalase" untuk menemukan hal baru.
Selain memaparkan penjelasan itu, Dhimas juga memberikan kisi-kisi terkait segala hal tentang media sosial yang saat ini menjadi andalan bagi siapapun untuk berinteraksi hingga berpromosi. "Bagi saya, media sosial bukan sekadar angka di atas layar monitor. Ilmu pemasaran yang paling tajam justru sering saya temukan di sela-sela keriuhan hidup sehari-hari," kata Dhimas Anindhito.
"Saya belajar tentang pelayanan dari hangatnya uap kopi dan sapaan barista di Cosan. Ataupun saya memungutnya dari perjalanan panjang sebagai freelancer yang harus tetap berdiri di tengah banyak peran," ungkapnya. “Modul ini, adalah resep yang saya susun dari ceceran ilmu tersebut. Ini bukan tentang siapa yang paling pintar, karena setiap chef punya caranya sendiri dalam meracik bumbu," sambung Dhimas. "Saya tidak ingin mendikte, saya hanya ingin berbagi resep yang sudah saya uji di dapur selama ini. Kita akan duduk bersama, melihat apa yang kamu punya dan meracik formula yang paling pas agar kamu atau brandmu tidak hanya sekadar eksis tapi benar-benar hidup," ajak Dhimas Anindito. (Humas-AKNSenBud)