Bogor, Jawa Barat – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengadakan pertemuan Humas dan Publikasi Vokasi untuk seluruh Satuan Kerja (Satker) AKN se-Indonesia, yang berlangsung di Bigland Hotel International & Convertion Hall, Jl Malabar No. 1B, Tegallega, Kota Bogor, Jawa Barat. Rabu 22/2.
Dalam sambutannya yang dilakukan melalui jaringan zoom meeting, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Dr. Kiki Yuliati, M.Sc. mengatakan bahwa, sebagai pemerintah yang harus menyelenggarakan berbagai layanan publik, maka kita tidak bisa lagi diam-diam saja bekerja tidak usah berkomunikasi, tidak usah menyampaikan informasi pada publik, karena Hubungan Masyarakat (Humas) dan Publikasi bukan merupakan pekerjaan pendukung, tetapi Humas dan Publikasi merupakan bagian dari akuntabilitas publik.
Masyarakat yang membiayai semua pekerjaan melalui pajak, melalui alokasi-alokasi APBN itu berhak mengetahui apa yang sudah, apa yang sedang, apa yang kita lakukan, dan masyarakat juga berhak mengetahui apa yang sudah kita capai. Oleh karenanya tugas Humas menjadi sangat penting. Dan tentunya, tim yang ditugaskan juga harus mampu memahami bagaimana kita bisa menjalakan fungsi-fungsi kehumasan dan publikasi sebaik mungkin.
Dalam hal mengelola kehumasan dan publikasi, dibutuhkan suatu strategi dan tim kerja yang seiraman demi tercapainya informasi dan masyarakat mudah mencerna pesan publiksasi yang diingikan. Seperti yang dikatakan Endah Dwi Kurniawati, S.Sn. tim Humas AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, seusai mendengarkan pidato Dirjen Pendidikan Vokasi melalui zoom meeting, “Dengan adanya temu Humas dan Publikasi Vokasi, Kedepan dapat meningkatkan strategis komunikasi bidang kehumasan dan publikasi khususnya di kampus AKN Senbud Yk”, katanya, singkat.
Secara terpisah kepada media aknyogya.ac.id Kasubag-TU Rais Faisal Akhyar, M.Eng. mengatakan bahwa, ia menyambut baik diadakannya kegiatan temu dan konsolidasi publikasi dan kehumasan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi ini.
“Karena AKN Seni dan Budaya Yogyakarta sebagai Satuan Kerja (Satker-red) baru, perlu melihat Satker - Satker lain bagaimana dalam pengelolaan publikasi dan kehumasan. Publikasi dan humas keberadaannya sangat penting bagi AKN Senbud Yk yang bergerak di bidang perguruan tinggi bidang vokasi, sehingga perlu ada hubungan kerjasama antara kampus AKN Senbud Yk dengan stakeholder yang ada. Khususnya dengan dunia usaha dunia industri yang sejalan dengan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta”, ujar Rais Faisal Akhyar.
Rochmad-AKN