Kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta Peringati Hari Tari Se -Dunia
Kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta Peringati Hari Tari Se -Dunia
Oleh : Admin • 01 Mei 2023 • 694 Views

Bantul – Kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta peringati hari tari sedunia dengan menyelenggarakan serangkaian pertunjukan tari, flashmob dan sarasehan, Sabtu, 29/4. Acara ini mengambil tema “Beksa” Jiwaning Bangsa dan berlangsung di pendapa Bale Widya Budaya Jl. Parangtritis No 364, Pandes, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam perayaan hari tari sedunia kali ini AKN Seni Budaya Yogyakarta, selain menampilkan tari Mataya Singkir Sengkolo juga menampilkan tari Kecubung Sakti dari murid SLB 1 Bantul dan tari Sunyi yang ditampilkan oleh anak anak autis dan tuli yang tergabung dalam kelompok tari Nalitari. Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini berlangsung semarak dan meriah serta dihadiri oleh alumni AKN Seni Budaya Yogyakarta dan juga masyarakat umum.

Tari Mataya Singkir Sengkolo yang dipertunjukkan oleh para mahasiswa AKN Seni Budaya Yogyakarta merupakan jenis tarian ritual karya Prof. Y. Sumandya Hadi, seorang maestro tari tariang klasik gaya Yogyakarta dan juga dosen seni tari. Tari Mataya Singkir Sengkolo sendiri merupakan tarian ritual bagi seseorang yang tertimpa musibah penyakit covid-19 dan diciptakan pada tahun 2019.

Seperti yang diceritakan oleh Elizabeth, salah satu instruktur tari dari komunitas tari Nalitari bahwasanya Nalitari sendiri merupakan komunitas tari inklusi yaitu tempat yang menaungi semua orang untuk bisa menari tanpa kekhawatiran dan tanpa ketidakpercayaan diri. Prinsip Nalitari adalah semua orang bisa menari tanpa melihat kekurangan dari apapun. “Sejujurnya kami baru tahu keberadaan kampus ini hanya dari luar saja. Ternyata di dalamnya ada beberapa prodi kesenian termasuk program studi seni tari, dan saya bersyukur bisa tampil di kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta ini dan ikut berbangga juga taatkala ada salah satu dari anggota Nalitari yang berkesempatan kuliah disini yang sebentar lagi sudah akan lulus”, ujar Elizabeth.

“Setahu saya baru kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta yang saat ini menerima mahasiswa disabilitas dalam bidang seni dan budaya, harusnya lebih banyak lagi kampus-kampus inklusi seperti ini”, imbuhnya,

Koordinator Program Studi Seni Tari AKN Seni dan Budaya Yogyakarta Luvita Pradana Puspitasari, S.Sn. M.A. kepada tim media aknyogya.ac.id mengatakan bahwa kegiatan perayaan hari tari sedunia ini merupakan momentum sebagai wujud kami membangun diri dan memberikan apresiasi kepada teman-teman disabilitas atas kecintaan mereka terhadap seni tari.

Di tempat yang sama Direktur Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta Dr. Supadma, M.Hum. mengungkapkan kegembiraannya atas sukses terselenggaranya perayaan hari tari sedunia dan mengapresiasi peran mahasiswa dari lintas prodi dalam melaksanakannya. “Dalam kesempatan ini AKN Seni Budaya Yogyakarta untuk memperingati hari tari sedunia mengadakan sebuah pementasan tari yakni tari mataya singkir sengkolo, sebuah tarian ritual karya Profesor Y Sumandya Hadi, salah satu dosen kami dan pertunjukan tari yang dipersembahkan Nalitari kelompok tari disabilitas dan murid-murid SLB 1 Bantul,” terang Dr Supadmad, M,Hum.

Lebih lanjut Dr. Supadma, M.Hum. mengatakan bahwa perguruan tinggi negeri itu merangkul semua lapisan masyarakat untuk bisa secara bersama-sama berdaya di dalam mengembangkan dan memajukan budaya serta mendukung kegiatan hari tari sedunia. Target dari kegiatan ini memang kita membuktikan bahwa keberdayaan kampus AKN Seni Budaya Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berbasis pendidikan seni budaya untuk bisa ikut mengembangkan  memajukan secara bersama-sama seni dan budaya yang kita miliki.

“Keberadaan AKN Seni Budaya Yogyakarta ini dengan tiga prodi secara internal harus terjadi hubungan jalin-menjalin koneksitas. Ketika berkegiatan di luar itu harus bersinergi, maka dari itu secara utuh bahwa kegiatan ini disokong, didukung dan diprakarsai oleh mahasiswa tiga prodi tersebut. Maka dari itu ini sebagai sebuah pengejawantahan kebersatuan di dalam memajukan seni budaya dari AKN Seni Budaya Yogyakarta”, terang Dr. Supadma, M.Hum.

Yang jelas kegiatan ini merupakan penggemblengan bagi mahasiswa yang akan segera lulus.  Jadi, ini sebagai sebuah latihan mandiri bagaimana mengorganisir, menyelenggarakan sebuah event secara mandiri. Mereka langsung bisa belajar, merasakan, mengalami bagaimana mengerahkan semua pengetahuan dan ketrampilan untuk secara bersama-sama menggalang sebuah event. Kegiatan memberikan mereka pengalaman secara langsung di lapangan. Hal itu bisa diaplikasikan nanti ketika sudah lulus dan mengabdi di masyarakat. Pada tahun tahun berikutnya masih akan dilanjutkan dengan mahasiswa baru yang akan datang, supaya AKN Seni Budaya Yogyakarta berdaya melalui lulusan pada pengabdian di masyarakat dalam memajukan seni budaya khusunya di Jogjakarta.

 

Rochmad AKN

Bagikan :

Hubungi Kami

Kritik & Saran