Yogyakarta, aknyogya.ac.id – Pagelaran Dramatari Wayang Topeng Panji Jayakusuma yang ditampilkan oleh para mahasiswa Program Studi Seni Tari dan Program Studi Seni Karawitan Akademi Komunitas Seni dan Budaya Yogyakarta berlangsung di Pendopo Timur, Museum Negeri Sonobudoyo, Jl Pangarukan No 6, Ngupasan, Kota Yogyakarta, Jumat, 6/10, mendapat apresiasi yang cukup meriah dari penonton yang hadir.
Salah satunya Bambang Susanto seorang penonton warga Kalibata, Jakarta Timur yang kebetulan sedang mudik di kampung asalnya Bayat, Klaten. Di samping pulang ke asalnya, ia mengajak seluruh keluarganya berlibur ke Yogjakarta. Salah satu tujuannya adalah mengunjungi Museum Sonobudoyo saat pementasan Dramatari Wayang Topeng yang di tampilkan oleh mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. “Penampilannya luar biasa bagus sekali. Penarinya sangat menjiwai dengan tokoh yang diperankan. Alunan musiknya juga sangat bangus. Tak menyangka kalau para penari dan penabuh gamelan masih mahasiswa semua” ucapnya keheranan.
“Terlebih para mahasiswa ini ternyata masih baru, ini merupakan capaian yang bagus bagi mereka dan aktifitas pembelajaran di kampusnya luar biasa,” ujar Bambang Susanto.
Galuh Candrakirana dalam ceriteranya sebagai istri Panji Jayakusuma, yang diperankan oleh Meyta Adinda Putri, kepada aknyogya.ac.id ia menuturkan bahwa untuk memerankan tokoh istri pangeran harus mengetahui karakter ketokohannya. Untuk mengetahui jati diri sendiri butuh proses pembentukan karakter, sangat senang dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan kampus untuk saya bisa berproses bersama teman yang lain. “Pada prinsipnya berusaha tidak mengecewakan penonton walaupun masih banyak kurangnya, tapi karena semua proses. Beruntung sekali karena diberi kesempatan untuk terus belajar di kampus AKN Senbud Yk, dan ini pengalaman yang akan selalu saya kenang,” kata Meyta.
Sedangkan Eka Puji Lestari yang berperan sebagai putri taman dalam Pagelaran Wayang Topeng Panji Jayakusuma ini dalam kesempatanya mengungkapkan bahwasanya ini kali pertama menari wayang topeng, tentunya sangat senang dengan mencoba hal baru yang belum pernah saya alami. Sama halnya seperti yang dituturkan oleh Ahmad Fauzan salah satu pengrawit bahwa pada penampilan kemarin cukup seru, dikarenakan para pengrawit sudah mulai lancar kemudian bertemu dengan penari yang satu angkatan. “Tentunya komunikasi yang akrab bisa saling mengkondisikan tabuhannya dan juga harus tahu jalan ceriteranya yang terpenting ada guyonannya, itu yang membuat cair dan sukses dalam pementasan,” terang Mahasiswa Prodi Karawitan, singkat.
Rochmad AKN